Berkah Nama Museum Santet

Tampak depan Museum Santet (Foto: Nurul A/okezone)

Berkah Nama Museum Santet
Museum Kesehatan DR Adhyatma, MPH yang terkenal sebagai museum santet awalnya membuat gerah sejumlah pengurus di museum yang terletak di Jalan Indrapura, Surabaya itu.

Bahkan pihak museum sempat mengklarifikasi atas beredarnya nama tersebut. Namun kini, justru dengan disebut sebagai museum santet malah mengundang rasa penasaran dan sejumlah masyrakat dan menjadikan museum yang dirintis sejak tahun 1990 itu ramai dikunjungi.

Di museum ini terdapat tiga ruangan yang berbeda. Dua ruangan pertama diberinama Museum Sejarah Dan Museum Kesehatan IPTEK  Sedangkan satu ruangan terpisah diberinama Museum Kesehatan Budaya.

Di ruangan inilah koleksi sejumlah benda-benda Magis dikumpulkan. Mulai dari keris, alat santet, alat Aborsi, hingga batu berkhasiat dan Jimat. Di ruangan museum kesehatan budaya inilah yang pancaran energi Geo Pathogennya paling kuat.

Dengan menggunakan Pohon Pakis Kelir dan tumpukkan koran sehingga gelombang itu dapat dinetralisir. Geo Pathogen akan berakibat fatal bagi mereka yang sering dan berlama-lama di atas gelombang yang disebabkan karena gesekan dari aliran air di bawah tanah.

Kini museum Santet menjadi ramai dibicarakan dan memilik daya tarik tersendiri terutama bagi sekolah-sekolah uang bergerak di bidang kesehatan. Salah satunya, SMK Kesehatan Nahdhotul Ulama (NU) Sidoarjo.

Puluhan siswa dan Siswi berkunjung ke tempat ini. Dengan dipandu Guide, para siswa ini menyimak sejumlah benda-benda yang terpajang di Museum.

"Kami ingin memberikan wawasan kepada murid, bahwa kesehatan itu tidak hanya dipelajari dari sisi medis saja melainkan dari sisi non-medis," kata Sukemi Riyadi, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikukum SMK NU Sidoarjo kepada Okezone.

Kunjungan ke Museum ini merupakan kali pertama sejak sekolahan itu berdiri. Selain tertarik dengan sejarah kesehatan ditempat ini juga mempelajari beberapa kesehatan tradisional yang ada di masyarakat.

Menurutnya sebagai orang muslim tentunya harus percaya terhadap hal-hal ghaib. Nah dengan barang-barang gaib yang bisa menimbulkan masalah kesehatan inilah yang tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa medis.

Bahkan ketika memberikan mata pelajaran juga disisipkan wawasan terkait penyembuhan yang diluar medis. Seperti dengan membacakan doa-doa yang diajarkan oleh agama Islam.

Dia mencontohkan, seperti kasus kesurupan. Hal itu tentunya tidak bisa dijelaskan secara medis namun dengan menggunakan doa-doa maka kesurupan dapat disembuhkan.

"Usai berkunjung ke Museum ini, para siswa akan diminta membuat resume dengan apa yang diperolah melaui benda-benda yang ada serta keterangan dari Guide," katanya.

Sementara itu Desain Interior Museum Kesehatan yang juga Guide, Budi Waluyo, mengaku sejak terkenal menjadi museum Santet, tempat ini ramai dikunjungi.

Tak hanya dari kalangan lokas Jawa Timur melainkan sejumlah pengunjung juga berasal dari penjuru nusantara. Selain itu, beberapa pengunjung juga datang dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Jerman.

Museum ini akan buka selama 7 hari dari pukul 08.00 WIb hingga pukul 15.00 wib. Untuk Guidenya ada empat orang. Uniknya, museum ini juga bisa dibuka hingga pukul 02.00 WIB (dini hari) asalkan ada pengunjung yang datang.

“Kalau ingin berkunjung malam hari harus konfirmasi terlebih dahulu. Pernah ada salah satu sekolah yang datang berkunjung ke Museum malam hari. Untuk itu kami harus siap," jelas pria asli Surabaya ini.

Budi juga menjelaskan, kondisi museum saat ini yang kurang adalah tata lighting. Meski benda-benda di Museum ini terlihat seram namun dengan pencahayaan yang baik tentunya akan membawa nuasa keindahan tersendiri. (kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Etalase
      Senin, 08 September 2014 10:59 WIB

      "Munir" Tetap Suarakan Keadilan

      Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

    • Etalase
      Rabu, 27 Agustus 2014 10:48 WIB

      Derita Balita Pengungsi Korban Tsunami Mentawai

      Gizi buruk dialami sejumlah anak dari pengungsi korban tsunami Mentawai. Minimnya asupan makanan bergizi serta lingkungan yang kotor turut berkontribusi membuat anak-anak tumbuh secara tidak normal.

    • Etalase
      Rabu, 20 Agustus 2014 10:26 WIB

      Yadnya Kasada di Mata Wong Tengger

      Rela bolos sekolah serta rela menunda atau meninggalkan pekerjaan demi melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo. Lantas, apa itu Yadnya Kasada di mata orang Tengger?

    • Etalase
      Senin, 18 Agustus 2014 10:20 WIB

      Istimewanya Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

      Yadnya Kasada termasuk upacara yang istimewa bagi warga Tengger karena diselenggarakan di Gunung Bromo. Dalam upacara tersebut juga diadakan ujian dan pengkuhan dukun-dukun baru.

    • , : WIB

    • , : WIB

    • , : WIB

    • , : WIB

    • , : WIB

    • , : WIB

    Baca Juga

    Audi A8 "Autopilot" Lahir 2017