tragedi sukhoi

Pesawat Kepresidenan Tidak Membuat Indonesia Lebih Baik

Tri Kurniawan - Okezone
Jum'at, 10 Februari 2012 07:08 wib
Pesawat Kepresidenan (Foto; Repro Susi/Okezone)
Pesawat Kepresidenan (Foto; Repro Susi/Okezone)

JAKARTA - Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) tetap menolak pembelian pesawat kepresidenan apapun alasannya.

Koordinator FITRA Ucok Sky Khadafi mengatakan alasan pemerintah membeli pesawat kepresidenan terlalu dibuat-buat dan tanpa memikirkan kondisi perekonomian terkini.

"Enggak ada alasan apapun itu harus ditinjau ulang, Enggak ada jaminan Indonesia akan lebih baik kalau presiden punya pesawat sendiri," kata Ucok saat berbincang dengan okezone, Jumat (10/2/2012).

Kata dia, TNI Angkatan Darat (AD) juga punya pesawat VVIP yang juga bisa digunakan presiden. Jika alasannya kunjungan bisa terganggu karena presiden menggunakan pesawat carter juga tidak masuk diakal, karena kunjungan presiden selalu terjadwal.

Kalau dilihat dari sisi kemanan, tambahnya, Indonesia punya intelejen yang bertugas memantau keamanan. "Jadi apalagi alasannya," tegasnya.

Tambahnya, pembelian ini bisa saja dibatalkan jika memang pemerintah tidak ingin menyesatkan masyarakat meski sudah terlanjur dibayar. "Ini sangat menyesatkan. Banyak yang miskin pemerintah malah beli pesawat," sesalnya.

Menurutnya, perbandingan penghematan biaya sekira USD388 yang dihitung Kementrian Sekretariat Negara juga tidak masuk akal. Karena, tambahnya, angka penghematan tersebut keluar jika presiden melancong tiap hari.

"Itu logika yang salah ketika mereka membandingkan sewa dengan beli, seharusnya mereka juga membandingkan merek," ujarnya.

Meski sudah dibantah oleh pemerintah, Ucok tetap yakin jika uang yang digunakan untuk membeli pesawat jenis 737-800 Boeing Business Jet 2 seharga USD91.209.560 atau Rp910 miliar adalah hasil hutang.

Ucok menuding, pemerintah tidak melihat hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan pada 2010. Kata Ucok, dirinya bicara bukan tanpa data yang kuat.

"Memang benar dari APBN dan disetujui DPR, tapi asal dananya tetap dari hutang," pungkasnya. (tri)
(crl)

  • Sasi » 0 Tanggapan
    weh, wehh, wehhh.... Indonesia lagi banyak duit nehh. . .?? klo gak gtu, yg jd jaminan apa ? Knpa dananya gak dipake buat pendidikan aja sihh ?? kan sbnarnya generasi muda indonesia banyak yg memiliki bakat, buktinya sdah bsa buat mobil sndri.. nahh, siapa tw bsa naik pesawat bkinan anak negeri .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mujahid » 0 Tanggapan
    kita masalah harta benda lebih baik lihat yang ada di bawah kita banyak rakyat negara lain yang menderita agar kita bisa bersyukur ,klo masalah ibadah baru kita lihat keatas .....................oke. wasalam
    Beri Tanggapan Laporkan
  • arie » 0 Tanggapan
    Lanjutkan SBY!!!...orang protes itu biasa. Tp jgn selalu mengkambing hitamkan rakyat kl setiap kali protes. Ky yg paling tau aja keadaan rakyat..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Agung » 0 Tanggapan
    Pembelian barang oleh Pemerintah harus dengan persetujuan DPR-RI...lha kalau DPR-RI sudah setuju dan anggota DPR-RI ada yang teriak2 masalah pembelian pesawat untuk Kepresidenan lha sama saja bikin masyarakat jadi makin bodoh...kalau LSM teriak ini itu tentang pesawat Kepresidenan, khan mmg mereka hidup dari hal2 semacam itu....kalau Pemerintah mau gak dikritik kalau beli barang yaa jangan korup systemnya...juga korup belinya...gampang to
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kirana » 0 Tanggapan
    hehehehehe pesawat untuk presiden ??????? nanti kalo alan jalan enak donk keluarga bisa ikut semua dan uang negara habis buat yg gak gak aja donk mau jadi apa negara ini ya
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.