Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Megawati Sebut Hakim Tak Lagi Berpihak pada Wong Cilik

Rizka Diputra , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2012 |10:15 WIB
Megawati Sebut Hakim Tak Lagi Berpihak pada <i>Wong Cilik</i>
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritisi sejumlah kasus hukum yang mendera rakyat kecil. Wong cilik kerap masuk meja hijau lantaran sebab yang terbilang sepele.

"Mungkin ini akibat kita jadi bangsa terjajah selama 350 tahun. Saya sering lihat di media ada orang mencuri buah-buahan dibawa ke pengadilan," ujar Megawati dalam acara diskusi hukum bertema 'Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang. Bebas Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat' di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Menurut Mega, hakim yang memutus perkara sepele semacam itu seakan telah kehilangan rasa keadilannya sebagai manusia dan warganegara.

"Hakim sedang membuang rasa terjajahnya sehingga rasa keadilan itu hilang dari dirinya. Apa salahnya dia (terdakwa) diperingatkan, buah tinggal dimakan kok, bilang saja kalau mau nanti dikasih," sindirnya.

Mega membandingkan dengan perilaku korupsi yang sudah akut melanda Indonesia. Bahaya laten ini seakan sudah membudaya dan sulit terkikis meski zaman telah berganti.

"Nilai-nilai seperti itu dipolitisasi sehingga hukum di Indonesia tidak akan bergeser dari tebang pilih. Padahal kalau korupsi 1 perak 1 triliun dasarnya kan sama. Mereka mengambil uang yang tidak sah," tegasnya.

Pada acara ini turut hadir para petinggi dan kader PDIP seperti Taufiq Kiemas, Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Trimedya Panjaitan, dan para Kepala Daerah, Pimpinan DPD PDIP, Pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement