JAKARTA- Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Adjeng Ratna Suminar mengklarifikasi pernyataannya mengenai empat nama calon pengganti Anas Urbaningrum. Kepada Komisi Pengawas, Adjeng yang juga anggota DPR ini, meminta maaf.
"Itu saya tanya Adjeng, Ibu Adjeng bilang, 'saya keliru, kalau saya salah, saya minta maaf'," kata Ketua Komisi Pengawas Demokrat TB Silalahi saat dihubungi okezone, Jumat (10/2/2012) malam.
Menurut TB, Komisi Pengawas tidak hanya meminta klarifikasi Adjeng melainkan sejumlah pengurus partai. Hayono Isman dan Ruhut Sitompul, kata dia ikut dimintai keterangan. "Kemarin kami sudah panggil para tokoh-tokoh yang bermasalah, yang overtalk ,bicara saling menyerang. Kami sudah panggil yang bersangkutan," sebutnya.
Dia menambahkan kekisruhan internal bermula dari adanya anggota Wanbin yang membocorkan materi pembahasan dalam rapat di Kemayoran, Jakarta pada 23 Januari lalu. "Di satu pihak, kan ada yang mulai berbicara, karena ada yang bicara kok seperti menyinggung, yg disana menjawab, dan jadi berkembang ini," katanya.
Pekan lalu Adjeng menyebut rapat Wanbin di Kemayoran membahas posisi Anas. Dalam rapat itu, Adjeng bahkan mengatakan ada usulan empat calon pengganti Anas bila status hukumnya menjadi tersangka di KPK.
"Ada tiga sampai empat, ada dari dewan pembina, kepengurusan, ada dari luar, dalam artian orang dekat, simpatisan bukan kader," kata anggota Dewan Pembina PD Adjeng Ratna Suminar di Gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.