BOGOR- Polisi mulai melepas garis polisi di lokasi kejadian kecelakaan maut di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/2/2012). Sejumlah pedagang korban bus maut Karunia Bakti mulai membenahi warung dan memisahkan barang dagangan yang masih bisa dipakai untuk kembali berdagang.
Para pedagang mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah akibat kecelakaan maut tersebut. Pedagang meminta Perusahaan Otobus (PO) Karunia Bakti bertanggung jawab dan mengganti kerugian.
Awang Sunardi, pemilik Warung Bakso Ojolali terlihat mengemasi barang yang masih bisa digunakan bersama anak buahnya. Awang mengaku tak banyak dari sisa warungnya yang bisa dimanfaakan kembali untuk berjualan. “Kami meminta pihak perusahaan otobus bertanggung jawab atas kerugian ini karena modal untuk usaha ludes dalam kecelakaan tersebut,” katanya.
Kondisi serupa juga dialami Supriyadi, pemilik warung Makan Sunda. Meski warungnya selamat dari hantaman bus. Namun tiga hari ini dia tak bisa berdagang karena di dekat warungnya dipasang garis polisi.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.