Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Partai Aceh: Tidak akan Ada Perang Lagi di Aceh

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 12 Februari 2012 |16:05 WIB
Partai Aceh: Tidak akan Ada Perang Lagi di Aceh
Ilustrasi rumah peserta pemilukada Aceh yang diserang (Dok: RCTI)
A
A
A

BANDA ACEH - Partai Aceh menegaskan keikutsertaannya dalam pemilukada tahun ini untuk mempertahankan perdamaian di provinsi berjuluk Serambi Mekkah itu. Mereka membantah jika kalah dalam pemilukada akan terjadi perang di Aceh.  
Hal tersebut disampaikan Muzakir Manaf, calon Wakil Gubernur dari Partai Aceh yang juga mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat menyampaikan orasi di hadapan puluhan ribu pendukung dan simpatisan di Stadion Dimurthala, Lampinueng, Banda Aceh, siang tadi.
 
“Kalau ada orang mengatakan akan ada lagi perang di Aceh itu hanya bohong belaka. Saya katakan di depan para abu-abu, tokoh-tokoh, dan Anda sekalian tidak ada lagi perang di Aceh," kata Muzakir, Minggu (12/2/2012).
 
Ketua Umum Partai Aceh itu menyatakan partainya dibentuk semata-mata untuk mengisi dan mempertahankan perdamaian, bukan untuk merusaknya.
 
Muzakir menuturkan banyak provinsi lain di Indonesia iri dengan Aceh karena ada partai lokal. Beberapa politikus, kata dia, sempat bertanya kepada Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden yang juga inisiator perdamaian Aceh.
 
“Apakah kami boleh mendirikan partai lokal, kenapa Aceh saja yang bisa,” sebut Muzakir meniru percakapannya dengan Jusuf Kalla.
 
“Jadi jangan sia-siakan amanah yang sudah diberikan ini,” sambung Muzakir.
 
Menururtnya dalam enam tahun terakhir, setelah MoU Helsinki disepakati, rakyat Aceh belum merasakan damai yang sesungguhnya karena pembangunan belum merata.
 
Muzakir mencontohkan di kawasan pedalaman Buloh Seuma, Aceh Selatan, kondisi masyarakatnya masih memprihatinkan karena belum ada jalan yang tembus ke sana.
 
Sebelumnya Zaini Abdullah, pasangan Muzakir, mengungkapkan dia maju untuk menjalankan amanah dari deklarator GAM almarhum Muhammad Hasan di Tiro. Amanah tersebut adalah untuk menyejahterakan rakyat Aceh.
 
“Insya Allah kalau pasangan kami nanti mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Aceh, kami berjanji akan memberikan sesuatu kepada tanah Aceh, tanah indatu kita,” katanya.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement