Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bikin Macet, Sopir Angkot Depok Digetok Pistol Polisi Gadungan

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2012 |17:58 WIB
Bikin Macet, Sopir Angkot Depok Digetok Pistol Polisi Gadungan
ilustrasi (dok.okz)
A
A
A

DEPOK- Alimin Alatif (33), sopir angkutan kota (angkot) D06 jurusan Simpangan -Terminal Depok menjadi korban penganiayaan.

Dia dipukul dengan senjata api (senpi) oleh anggota polisi gadungan yang bernama Novie Fransye Assa (40) di depan pintu masuk Bank BTPN Jalan Margonda Depok.

Akibatnya, kepala warga Jalan Raden Saleh, Kampung Cikumpa, RT01/10, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong itu bocor dan mengeluarkan darah setelah dipukul dengan gagang senpi airsoftgun milik Novie.

Melihat kejadian itu polisi yang kebetulan ada di bank tersebut langsung mengamankan keduanya ke Polresta Depok.  Dari tangan polisi gadungan itu disita sepucuk senpi airsofgun jenis FN Bareta kaliber 45 dan satu unit sepeda motor Shogun bernopol B 6469 SDD merah silver.

Di duga kasus penganiayaan tersebut lantaran salah paham. Keduanya pun digiring ke Polres Depok.

Informasi yang dihimpun, kejadian pemukulan itu akibat salah paham dan memicu penganiayaan. Saat itu angkot yang dikemudikan Alimin sedang berhenti di depan pintu masuk Bank.
Novie yang saat itu sedang mengendarai motor dan ingin masuk ke bank merasa terhalang oleh angkot Alimin. Novie yang kalut dan emosi pun langsung mengambil senpi kemudian melayangkannya ke arah kepala Alimin.

Novie pun sempat mengancam akan menembak sang sopir. Dia pun mengaku sebagai anggota polisi dari Polsek Bintaro, Jaksel.

Alimin mengaku, Novie yang datang dari belakang menghardiknya dengan nada keras. Ancaman dan cacian pun sempat dilakukan pria tersebut. Dan saat dia ingin menjelaskan duduk persoalan, Novie langsung memukul kepalanya dengan senpi.

"Bapak itu bilang polisi, dan memukul saya. Penumpang saya jadi takut dan turun. Untung ada Polisi yang bawa senjata menangkap dan membawa ke Polres," katanya di lokasi, Senin (13/02/12).

Menurut Alimin, emosi Novie dipicu lantaran angkot yang dikemudikannya berhenti di depan pintu masuk. Padahal, angkotnya sengaja berhenti karena memang ada motor yang mogok persis di depan angkotnya. "Novie bilang saya yang buat macet panjang. Sebenarnya hanya salah paham saja," ujar pria asal NTB ini.

Sementara itu, Novie mengaku khilaf dan kesal dengan ulah Alimin yang berhenti di depan bank BTPN. Apalagi, saat itu dia sedang terburu-buru ingin mengambil uang untuk keperluan pembayaran sekolah anaknya. Alasan pemukulan dengan senpi itu hanya untuk menakuti korban dan terhindar dari perampokan. 

"Senjata itu punya teman yang saya pinjam, soalnya saya takut dirampok. Pemukulan itu karena saya emosi dan spontan," ungkap Novie.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement