Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ortu Diminta Cegah Stres Anak Berujung Bunuh Diri

Genta Wahyu , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2012 |04:08 WIB
Ortu Diminta Cegah Stres Anak Berujung Bunuh Diri
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

SOLO - Psikolog anak, Seto Mulyadi menyatakan gejala stres anak kini meningkat. Bahkan, tingkat stres rentan berujung pada bunuh diri.

“Adanya contoh-contoh yang muncul pada televisi, entah itu berita atau film dan sebagainya, ditambah lagi sekarang ini banyak anak yang mengalami stress baik karena tekanan dari orang tua, sekolah atau lingkungannya. Stres yang dialami anak itu memicu tindakan bunuh diri,” jelas Kak Seto di Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/2/2012).

Kak Seto mengatakan dirinya pernah mendapat laporan tentang kasus bunuh diri yang dilakukan bocah berusia lima tahun. “Itulah satu contoh anak yang sudah tidak kuat lagi dan trauma terhadap berbagai kekerasan yang dialaminya sehingga dia melakukan bunuh diri,” ungkapnya.

Karena itu, dia meminta orang tua tidak melakukan kekerasan kepada anak. “Karena kekerasan memicu stress pada anak, sehingga anak kemudian mengambil jalan pintas dengan melakukan bunuh diri,” jelasnya.

Lebih lanjut Kak Seto memberi gambaran tentang anak yang stress kemudian perlu diwaspadai tindakan bunuh diri. Perubahan sikap anak seperti murung dan memilih menyendiri dari lingkungan, lanjut Kak Seto wajib diwaspadai orang tua.

“Jangan dimarahi. Sebab jika makin disudutkan maka si anak akan makin menyendiri, dan sebagainya. Justru kalau ada gejala itu, kita sebagai orang tua mesti peka,” tandasnya.

(Ferdinan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement