tragedi sukhoi

Nur Mahmudi Gulirkan Kampanye 'Satu Hari Tanpa Nasi'

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Selasa, 14 Februari 2012 16:11 wib
Wali Kota Depok Nur Mahmudi (kiri)
Wali Kota Depok Nur Mahmudi (kiri)

DEPOK- Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail kembali mengeluarkan program yang kontroversial. Setelah mengampanyekan makan dengan tangan kanan beberapa waktu lalu, kini Nur Mahmudi mengampanyekan program ‘Satu Hari Tanpa Nasi atau One Day No Rice'.

Namun hal itu dimplementasikan terhadap rakyat kecil dalam hal ini khususnya pedagang kantin di kantor Balaikota Depok.

Anehnya, kampanye tersebut justru dibungkus dengan program penghematan listrik. Sehingga, para pedagang dilarang menjual nasi agar mengurangi pemakaian listrik penggunaan penanak nasi elektrik atau rice cooker.

Kebijakan nyeleneh ini bahkan dituangkan dalam surat edaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Depok, yakni ditujukan bagi pengelola kantin di lingkungan Balaikota Depok dengan nomor surat 010/26-UM.

Surat edaran di lingkungan kantin Balai Kota tersebut berisi imbauan bahwa dalam rangka hemat listrik, kebersihan dan keindahan lingkungan Balaikota Depok serta program “One Day No Rice” atau “Satu Hari Tanpa Nasi”.

Surat tersebut pun ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Etty Suryahati atas nama Kepala Bagian Umum Kota Depok Wijayanto.
(ugo)

  • Yani Paryono » 0 Tanggapan
    lebih baik pembatasan pejabat g****k jadi walikota/bupati daripada pemabatasan makan nasi. Ternyata di Indonesia sudah banyak bermunculan orang-orang sinting yang jadi pejabat publik yah..., kasian rakyat...........senengnya kok cari gara-gara tuh.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bagong » 0 Tanggapan
    Orang makan aja diatur pemda. Ngurangi nasi memang bagus, tapi kalau bukan karena kesadaran sendiri, jadi aneh. Dari pada mengeluarkan pembatasan makan nasi, lebih baik kampanyekan makanan sehat agar masyarakat jadi sehat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Naning Fatonah » 0 Tanggapan
    pedagang g boleh antar makanan pakai lift dengan alasan hemat listrik, sementara di ruang2 kantor AC tetap hidup, dimana rasa adilnya terhadap rakyat kecil? seharusnya pejabat kasih contoh dulu donk..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rere » 0 Tanggapan
    Hahahha kebijakan terbodoh yang pernah ku dengar>>>>
    Beri Tanggapan Laporkan
  • VierJune » 0 Tanggapan
    Very very Nyleneh Gan......Mbok ya ngurusin masalah yg lbh berbobot gitu loh.....!!!! Ampuuuuunnnnnnn.....!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.