Beras impor banjiri gudang Bulog Indramayu

|

Beras impor banjiri gudang Bulog Indramayu


Sindonews.com - Gudang-gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) sub divre Indramayu dibanjiri beras impor dari vietnam. Tiga ribu ton beras impor disimpan di tiga gudang beras milik sub divre bulog Indramayu yakni gudang Widasari, gudang Kertasemaya dan Losarang.

Wakil kepala Sub divre bulog Indramayu, Taufik Budi Santoso mengatakan, tiga ribu ton beras impor tersebut merupakan pasokan dari moving regional (Movreg) dari DKI Jakarta. "Kita dapat pasokan beras dari DKI jakarta namun berasnya merupakan beras impor," katanya.

Beras impor yang tersimpan di sejumlah gudang beras milik sub divre bulog Indramayu untuk memenuhi kebutuhan penyaluran raskin (beras untuk masyarakat miskin) pada bulan Maret 2012. "Stok kita semakin menipis, sementara penyerapan hasil panen belum dapat dilakukan," ungkapnya.

Taufik menjelaskan, pada bulan Februari, stok beras milik sub divre bulog Indramayu tinggal 500 ton. "Stok kami semakin menipis, jika tidak mendapatkan pasokan beras tambahan, kami tidak dapat memenuhi kebutuhan raskin bulan depan," katanya.

Kuota penyaluran raskin setiap bulannya mencapai 2.500 ton. Kendala lainnya adalah penyerapan hasil panen petani pada musim tanam rendeng kali ini belum dapat dilakukan. "Masa panen raya baru akan terjadi pada akhir Maret, sementara stok kita terbatas," katanya.

Stok beras di gudang bulog mulai menipis sejak awal januari lalu. Pada awal tahun, stok beras yang dimiliki hanya 5.500 ton. "Stok yang ada hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan pada bulan Januari dan Februari," katanya.

Meski harus menggunakan beras impor, namun pihaknya optimis pada penyaluran raskin bulan April mendatang, stok bulog dari penyerapan hasil panen petani dapat memenuhi kuota untuk kebutuhan raskin.

Mengenai harga raskin yang menggunakan beras impor, Bulog Indramayu harga beras raskin untuk masyarakat tidak mengalami kenaikan. "Secara kualitas lebih baik, namun harga yang dijual tidak berubah," katanya.

Kebijakan untuk memasok beras impor tersebut hampir merata dilakukan sejumlah daerah di Indonesia. Di Jawa barat sejumlah daerah seperti Bandung, Cianjur, Cirebon dan Subang juga mendapatkan pasokan beras impor untuk kebutuhan lokal.

Sementara itu, ketua Wahana Masyarakat Tani Nelayan Indonesia (WAMTI) Kabupaten Indramayu, Wawan Sugiarto mengaku prihatin dengan masuknya beras impor dar vietnam. "Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional, namun stok yang dimiliki tidak mampu memenuhi kebutuhan lokal," katanya.

Ia berharap penyerapan hasil panen petani dapat dimaksimalkan, agar bulog dapat menggunakan beras lokal untuk penyaluran raskin pada bulan-bulan berikutnya.

Mitra-mitra kerja bulog Indramayu diharapkan dapat bekerja lebih maksimal agar pemenuhan kebutuhan lokal dapat terpenuhi. Sentra-sentra produksi padi seperti di Kecamatan haurgeulis, Anjatan, Gantar, Sukagumiwang, Tukdana dan Widasari harus diserap hasil panennya secara optimal. "Jangan sampai terjadi ketergantungan dengan pasokan-pasokan beras impor," ujarnya. (bro)


(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • UMKM

      LPG 3 kg di Salatiga tembus Rp15.000/tabung

      Harga gas LPG ukuran 3 kilogram (kg) ditingkat pengecer di daerah Sidoerejo, Salatiga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Saat ini harga gas LPG tabung melon tersebut menembus Rp15 ribu per tabung.

    • UMKM

      Kuartal III, inflasi Jabar diperkirakan 1,5-2%

      Angka inflasi Jawa Barat (Jabar) pada bulan Juli, Agustus, dan September diperkirakan akan mencapai 1,5-2 persen. Peningkatan inflasi disebabkan terbitnya sejumlah kebijakan pemerintah serta kondisi ekonomi global.
       

    • UMKM

      Awasi ekspor-impor, maritim RI harus diperkuat

      Sering digunakannya perairan Indonesia sebagai jalur perdagangan ekspor-impor, mengharuskan Indonesia memperkuat kekuatan maritimnya.

    • UMKM

      Semester I/2012, Bulog raup untung Rp111 M

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog, mencatat keuntungan pada semester I/2012 sebesar Rp111 miliar. Pencapaian tersebut lebih disebabkan setelah adanya rekonsiliasi dari Public Service Obligation (PSO).

    • UMKM

      Awasi ekspor-impor, maritim RI harus diperkuat

      "Kalau Indonesia ingin kuat menjaga martabat sebagai bangsa yang kuat, berarti Indonesia harus kuat di bidang maritim maupun pertanian," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

    • UMKM

      Raskin ke-13 siap meluncur jelang Ramadan

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog siap salurkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) ke-13. Penyaluran itu akan dilakukan menunggu keputusan pemerintah. Kemungkinan, raskin tersebut akan disalurkan menjelang bulan Ramadan

    • UMKM

      Kulon Progo siapkan kota Satelit

      Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta menyiapkan tiga kecamatan sebagai kota satelit. Kota satelit disiapkan untuk merespon kebutuhan hunian terkait adanya megaproyek yang akan dibangun di daerah ini.

    • UMKM

      Stok beras aman hingga maret 2013

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan pasokan beras aman sampai dengan sembilan bulan kedepan (Maret 2013). Pasalnya, terhitung sampai dengan saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di Bulog mencapai 468.000 ton.

    • UMKM

      Indeks kepercayaan konsumen RI kian melejit

      Tingkat kepercayaan konsumen Indonesia terus meningkat seiring dengan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) naik sebesar 1,2 persen menjadi 92,4 dari sebelumnya 91,3.

    • UMKM

      Ramadan & Lebaran, Bulog jamin harga beras stabil

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan harga beras pada bulan Ramadan dan Lebaran akan bergerak stabil. Pasalnya, dilihat dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di Bulog adalah sebesar 468 ribu ton.

    Baca Juga

    Lolos dari KPK, Belum Jaminan Menteri Jokowi Bersih