Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPR & Pemerintah Akan Deklarasi Pemilukada Damai Aceh

Misbahol Munir , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2012 |16:59 WIB
DPR & Pemerintah Akan Deklarasi Pemilukada Damai Aceh
Priyo (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso sangat gembira mendengar Aceh telah kondusif menjelang Pemilukada yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Apalagi kata dia, saat ini semua elemen di Aceh telah sepakat dengan hasil akhir dari Pemilukada yang akan digelar tersebut.
 
"Dari tadi yang kita tangkap, semua pihak sudah legowo meskipun ada pihak satu dua, taruhlah kekerasan terjadi, tapi semua pihak sepakat karena semua keluarga di Aceh punya kesempatan untuk ikut Pilkada, apakah itu dari parpol, perorangan, ataupun dari mantan combatan GAM, atau siapa saja, biar nanti rakyat Aceh secara murni memilih sendiri, siapapun yang terpilih anjuran saya adalah hormatilah suara murni dari rakyat Aceh," ujar Priyo usai memimpin rapat Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dan Papua, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2012).
 
Lanjut Priyo, pihaknya bersama pemerintah berencana untuk mendeklarasikan Pemilukada damai di Aceh. Namun, Priyo belum memutuskan kapan deklarasi itu akan dilakukan.
 
"Deklarasi nanti rencananya DPR dan pemerintah akan datang ke Aceh untuk menyampaikan deklarasi Pemilukada Aceh yang damai. Kita perlu datang ke sana untuk deklarasi, waktunya belum kita putuskan," kata dia.
 
Sementara kekhawatirannya saat ini terkait banyaknya senjata illegal yang masih bertebaran di masyarakat Aceh. "Tadi selalu saja kekhawatiran kita bahwa masih banyak berseliweran senjata-senjata illegal di masyarakat luas di Aceh dan tidak terjadi di Papua dan Propinsi lain," katanya.
 
Kata Priyo terkait senjeta illegal yang bertebaran itu pihak Kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIn) akan melakukan langkah khusus agar masyarakat mengembalikannya.
 
"Tadi Kapolri dan BIN sudah melakuklan langkah-langkah khusus untuk masyarakat Aceh supaya menyerahkan kembali semua senjatanya juga kemudian diselidiki dan ditanya ulang untuk semua itu. Saya anjurkan kepada masyarakat Aceh, atas nama kedamaian, serahkanlah senjata-senjata yang tidak perlu itu," pintanya.
 
Dalam rapat Otsus ini nampak hadir pula Kepala BIN Marciano Norman, Mendagri Gamawan Fauzi, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo dan anggota Otsus lainnya.
 
Selain Aceh, Papua juga menjadi bahasan dalam rapat tersebut. Dimana dua daerah tersebut kini tengah mengalami gejolak konflik.
 
"Jadi Aceh dan Papua ini adalah dua daerah yang mendapat perhatian khusus dari semua, DPR, pemerintah dan lain-lain. Karena dua daerah ini kenapa masalah Pemilukada di Aceh dan Papua mendapat perhatian, karena dua daerah ini begitu pentingnya. Aceh susah payah kita bangun dan sekarang damai. Dan itu jangan sampai tercederai hanya karena pemilihan gubernur dan wali kota. Kita ingin Papua dan Aceh damai sehingga kita lakukan rapat ini," pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement