Aktivitas Merapi Meningkat, Pemantauan Diintensifkan

|

Merapi dipantau dari Kaliadem (Foto: Koran SI)

Aktivitas Merapi Meningkat, Pemantauan Diintensifkan

BOYOLALI - Aktivitas kegempaan Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam sepekan terakhir meningkat tajam. Dari 15 kali gempa dangkal pada pekan lalu kini meningkat menjadi 208 kali.

Petugas pengamat gunung di Pos Pemantau Jerakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai mengintensifkan pemantauan.

Tri Mujianto, petugas pengamat di Pos Pemantau Jerakah, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan baik dangkal dan dalam dari layar monitor yang tersambung dengan jaringan pos pemantau lain di lingkaran Gunung Merapi. Pemantauan dilakukan guna melihat perkembangan kondisi terkini gunung yang terakhir meletus pada 26 Oktober 2010 itu.

Tri mengungkapkan petugas kesulitan memantau secara visual puncak gunung karena sering tertutup kabut. Namun pihaknya tetap bisa memantau kondisi Merapi dari laporan statistik data seismograf digital yang dipasang di beberapa titik.

Aktivitas Merapi pada pekan lalu, dari 30 Januari hingga 5 Februari, tercatat terjadi empat kali gempa guguran, 15 kali gempa multifase, 12 kali gempa tektonik, 1 kali gempa dangkal.

Sedangkang pada 6 hingga 11 Februari tercatat 5 kali gempa guguran, 208 kali gempa multifase, 2 kali gempa tektonik, 7 kali gempa dangkal, 2 kali gempa dalam.

Meski demikian, Tri meminta warga tetap tenang serta termakan isu negatif yang bisa membuat resah. Warga juga diminta tetap beraktivitas seperti biasa. Merapi tetap di status Aktif Normal atau Level I.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Solo Masuk Kota Berkembangnya Kelompok Radikal