Undang-Undang Harus Atur Penertiban Ormas Anarkistis

Sabtu, 18 Februari 2012 10:42 wib | Ray Jordan - Okezone

JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Muhammadyah Saleh Daulay setuju agar Undang-Undang mengenai Organisasi Massa (Ormas) yang tengah dibahas DPR dan Pemerintah mengatur tentang penertiban organisasi yang anggotanya bertindak anarkistis. 
 
Hal ini dinilainya penting agar pemerintah bisa menindak organisasi tertentu yang terbukti kerap meresahkan masyarakat.
 
“Pemerintah kita gagal melaksanakan undang-undang yang ada. Gagal untuk menertibkan ormas anarkistis. Penolakan masyarakat terhadap tindakan ormas anarkistis sangat tinggi,” ujar Saleh dalam diskusi Polemik di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2/2012).
 
Dia mencontohkan penolakan masyarakat Kalimantan Tengah terhadap keberadaan organisasi Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu. “Saya sepakat itu (penertiban) bisa dimasukkan dalam Undang-undang Ormas dan harus diimplementasikan,” ujarnya.
 
Tetapi, Saleh mengingatkan agar pembubaran ormas anarkistis tersebut tidak boleh melanggar HAM. Karena, kebebaasan untuk berserikat dan berkumpul dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.
(abe)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »