NGANJUK - Korban pembunuhan Mujianto bukan warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, saja. Di Kabupaten Mojokerto, seorang pejabat di Kantor Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, pernah menjadi korban pembiusan pelaku.
Beruntung, korban selamat setelah dibantu polisi. Dia sendiri baru mengetahui menjadi korban ketika namanya disebut oleh pelaku dan beredar di media massa.
Pria berinisial SA itu mengaku menjadi korban Mujianto setelah diundang ke Nganjuk pada September 2011 lalu. Dia masih syok setelah namanya disebut-sebut menjadi salah seorang korban.
Cerita berawal ketika korban ke Nganjuk untuk berkunjung ke rumah keponakannya. Baru saja tiba di Nganjuk, dia langsung ditawari Mujianto untuk diantar ke rumah keponakannya.
Korban akhirnya ikut dengan Mujianto. Namun bukannya langsung diantar, korban diajak berputar keliling Nganjuk. Di perjalanan dia sempat ditawari nasi pecel dan teh manis. Tak ada kecurigaan saat itu, sehingga korban melahap saja jamuan Mujianto.
Saat meminum teh, korban mulai curiga. Teh yang diminumnya memiliki rasa yang berbeda. Kecurigaan itu terbukti setelah korban mengeluh sakit perut. Mujianto sempat mengatnat korban ke dukun. Di rumah dukun tersebut, telepon seluler serta uang sebesar Rp1,3 juta milik korban dibawa lari Mujianto.
Korban selamat setelah diantar oleh polisi ke rumah sakit. Setelah kejadian tersebut, korban tak sekali pun bertemu Mujianto yang kini menjadi tersangka kasus pembunuhan berantai itu.
(Sholahudin/Sindo TV/ton)