tragedi sukhoi

Ngoceh Terus di Media

TB Silalahi: Diana Sudah Kayak Selebritis!

Fiddy Anggriawan - Okezone
Selasa, 21 Februari 2012 17:52 wib
TB Hasanuddin (Foto: Fiddy/Okezone)
TB Hasanuddin (Foto: Fiddy/Okezone)

JAKARTA - Sejak dibentuknya Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat tiga bulan yang lalu, TB Silalahi sebagai ketuanya mengatakan wajar ada kader yang mendatanginya untuk menyampaikan banyak hal.

"Sebenarnya ini hal yang biasa bahwa ada kader yang datang mengadu ke komisi pengawas itu sudah berjalan sejak dua minggu yang lalu," ungkap TB Silalahi saat meninggalkan Kantor Komwas di Menara Sudirman, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Menurut TB Silalahi, ada macam-macam pengaduan, ada yang mengatakan money politics ada juga yang bilang paska musyawarah cabang yang tidak beres. "Itu sudah kita tampung. Nah sekarang kebetulan Diana dari Sulawesi ini udah kayak selebritis. Dia ngomong di Manado dan dicover media elektronik dan ditonton se-Indonesia, jadi terbentuk sebuah opini yang lebih hebat lagi," paparnya.

Sekretaris Dewan Kehormatan partai berlambang bintang mercy tersebut menyatakan kedatangan Diana Maringka selaku mantan ketua DPC Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara kali ini karena dipanggil. Padahal sebelumnya Diana menyatakan kehadirannya merupakan tindakan inisiatif.

"Bu Diana oleh karena itu tentu kami panggil. Kami juga mengatakan ke Diana, kalau Anda mencintai partai dan kalau anda benar-benar punya bukti, kenapa harus teriak-teriak di media, datang saja ke Komisi Pengawas," terangnya.

TB Silalahi mengaku sudah bertemu dengan Diana, bahkan dia mendapatkan ucapan terimakasih dari Diana karena sudah menerimanya datang. "Sesudah dia datang ke atas dia pun terimakasih, pak TB sudah menerima kami dan kita sambut dengan baik baru pertama kali ketemu dengan pak TB sudah berapa tahun enggak ketemu," tuturnya.

Ketua Komwas menyatakan saat ini sedang memberikan kesempatan kepada Diana dan tiga temannya yang juga mantan Ketua DPC untuk menjelaskan masalahnya dan memberikan bukti-bukti terhadap apa tuduhannya. Hal ini diakuinya sekarang dilakukan secara profesional.

"Para pemeriksa masih bekerja di atas. Bukti itu juga kan belum tentu bukti. Masih harus ada kejelasan lebih lanjut. Pemeriksaan ada di bawah pimpinan Wakil Ketua dan mantan Jaksa Tinggi, serta lawyer sekira 7 orang sedang memeriksa mereka saat ini," tutupnya.
(ful)

  • sunardi » 0 Tanggapan
    nggak usah gusar, dari jaman golkar sampai sekrang emang mayoritas duit yg menang, mau jadi politikus hebat/dpr ya hrs byk duit, mau jdi pns ya hrs siap byk duit atau org sering sebut 3d (duit,Dekeng,dagang) he-he5x
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sunardi » 0 Tanggapan
    nggak usah gusar, dari jaman golkar sampai sekrang emang mayoritas duit yg menang, mau jadi politikus hebat/dpr ya hrs byk duit, mau jdi pns ya hrs siap byk duit atau org sering sebut 3d (duit,Dekeng,dagang) he-he5x
    Beri Tanggapan Laporkan
  • meli » 0 Tanggapan
    kan sama saja pak, sekarang itu juga ada oknum pejabat yg jadi "pelacur", di mana tanpa pamrih, penuh keyakinan, punya integritas yg tinggi utk melacurkan dirinya menjadi seorg KORUPTOR. Lebih memalukan !!!!.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Jabrik » 0 Tanggapan
    Apa sih cirinya selebritis , pak ? Tukang ngoceh ?!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.