HALBAR - Ratusan warga Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, kembali melakukan aksi pemblokiran jalan utama Trans Lintas Halmahera yang menghubungkan tiga kabupaten dan Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Ratusan kendaraan tak dapat melintasi jalan tersebut.
Ratusan warga dua desa yakni Tauro dan Bukubualawa di Kecamatan Jailolo, memblokir jalan pada Selasa (21/2/2012) siang tadi.
Tidak hanya memblokir jalan, warga juga menebang ratusan pohon, meletakkan batu di badan jalan sepanjang dua kilometer.
Jalan utama lintas Halmahera yang menghubungkan tiga kabupaten dan ibu kota yakni kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Utara, tak bisa dilalui kendaraan.
Pemblokiran dipicu atas sikap Pemkab Halmahera Barat yang menghentikan pekerjaan pembangunan jalan baru penghubung antardesa.
Jalan pertama yang dibangun pemerintah setempat pada 2005 lalu yang menghabiskan miliaran rupiah hingga kini tak kunjung selesai, sehingga berlubang dan berdebu.
Untuk itu, warga meminta pemprov dan DPRD setempat melihat langsung kondisi jalan dan meneruskan pembangunan jalan baru.
Menurut Ikbal, koordinator aksi, warga akan terus memblokir jalan sampai tuntutan mereka dipenuhi pemerintah setempat.
Sementara itu Kopolres Kabupaten Halmahera Barat AKBP Hady Wiono meminta pemerintah dan DPRD merespons aksi warga ini. Pemblokiran jalan untuk kali kedua ini sangat menggangu ketertiban.
Aksi pertama digelar pada Kamis 16 Februari lalu di lokasi yang sama.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.