JAKARTA - Kecenderungan masyarakat Indonesia yang masih menentukan pemimpin dengan pertimbangan pragmatis menimbulkan kekhawatiran Ikatan Alumni Lembaga Pertahanan Nasional (IKAL).
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan yang dilakukan oleh (IKAL) dan MNC Grup pada Rabu (22/02/12). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Agum Gumelar selaku pimpinan IKAL dan Hary Tanoesoedibjo selaku CEO Media Nusantara Citra (MNC) Grup. Selain itu, dalam pertemuan juga hadir 11 orang anggota IKAL lainnya dan beberapa pimpinan redaksi media di MNC Grup.
Agum memaparkan kekhawatiran IKAL akan krisis kepemimpinan yang akan kembali terjadi pada pemilu 2014 nanti bila cara pandang masyarakat masih pragmatis. “Jangan sampai masyarakat memilih pemimpin karena uang,” ujar mantan Menteri Koordinator Politik Sosial dan Keamanan itu.
Agum juga memaparkan empat kriteria pemimpin yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini versi IKAL. “Ada empat kriteria leadership yang harus dimiliki oleh calon pemimpin. Pertama adalah tidak ambivalen, tidak takut tidak populis, berani mengambil sikap dalam menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku, dan berani untuk tidak menolelir kesalahan yang berkembang di masyarakat,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut IKAL menekankan pentingnya kerjasama yang sinergi dengan media untuk bisa mendewasakan cara pandang masyarakat dalam menentukan pemimpin. Tujuannya agar pada 2014 nanti masyarakat mampu lebih cerdas dalam memilih pemimpin. Sehingga melahirkan pemimpin yang sesuai dan mampu menangani permasalahan-permasalahan Bangsa saat ini.
Hal tersebut disambut baik oleh MNC yang juga memiliki tujuan yang sama. “Kita sepakati kriteria kepemimpinan dari IKAL,” ujar Hary Tanoesoedibjo.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.