JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarifuddin Hasan menyatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang diduga menerima uang pada Kongres Demokrat di Bandung pada 2010.
“Ini kan lagi minta bukti-buktinya. Kalau buktinya tidak lengkap kan susah juga untuk ditindaklanjuti. Pengumpulan bukti karena bukti yang dibawa tidak cukup sama sekali,” ujar Syarif kepada wartawan di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Syarif menjelaskan, uang pada kongres tidak bisa divonis sebagai politik uang. Bisa jadi uang yang dibagikan kepada pengurus daerah adalah pengganti biaya transportasi. Dia mengaku tak tahu secara pasti apakah bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Komisi Pengawas Demokrat terkait politik uang sudah cukup atau belum.
Dia berharap orang yang diduga menerima uang tidak berteriak di luar dan lebih baik dilaporkan kepada Dewan Pengawas. Sementara ini Komisi Pengawasa Demokrat hanya menunggu laporan dari kader yang menerima uang.
Saat ditanya apakah wajar uang transportasi hingga mencapai ribuan dollar, Syarif bertanya balik. “Ada buktinya enggak? Kalau ada laporkan saja dan serahkan saja kalau ada buktinya,” katanya.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.