tragedi sukhoi

Demokrat Masih Selidiki Politik Uang Saat Kongres

Misbahol Munir - Okezone
Rabu, 22 Februari 2012 19:27 wib
(Dede Kurniawan/Okezone)
(Dede Kurniawan/Okezone)

JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarifuddin Hasan menyatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang diduga menerima uang pada Kongres Demokrat di Bandung pada 2010.
 
“Ini kan lagi minta bukti-buktinya. Kalau buktinya tidak lengkap kan susah juga untuk ditindaklanjuti. Pengumpulan bukti karena bukti yang dibawa tidak cukup sama sekali,” ujar Syarif kepada wartawan di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
 
Syarif menjelaskan, uang pada kongres tidak bisa divonis sebagai politik uang. Bisa jadi uang yang dibagikan kepada pengurus daerah adalah pengganti biaya transportasi. Dia mengaku tak tahu secara pasti apakah bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Komisi Pengawas Demokrat terkait politik uang sudah cukup atau belum.
 
Dia berharap orang yang diduga menerima uang tidak berteriak di luar dan lebih baik dilaporkan kepada Dewan Pengawas. Sementara ini Komisi Pengawasa Demokrat hanya menunggu laporan dari kader yang menerima uang.
 
Saat ditanya apakah wajar uang transportasi hingga mencapai ribuan dollar, Syarif bertanya balik. “Ada buktinya enggak? Kalau ada laporkan saja dan serahkan saja kalau ada buktinya,” katanya.
 

(abe)

  • kokok wijayanto » 0 Tanggapan
    PENGHIANAT ADA DIMANA-MANA Sebagaimana kata pepatah ?Semakin tinggi pohon, maka semakin besar pula angin yang menerpanya?, demikianlah nasib Partai Demokrat kita tercinta sekarang. Bukan angin sepoi-sepoi yang membawa kesejukan, namun angin puting beliung yang penuh debu dan sampah berbau busuk !!!. Sungguh sangatlah luhur tiga spirit utama agenda Rakornas yang lalu, yaitu ; Konsolidasi, Perbaikan, dan Peningkatan kinerja,yang bermuara pada pengembalian marwah dan jati diri partai, serta tekad akan penegakkan etika partai yang disertai janji manis akan penindakan tegas bagi sejumlah Kader yang bermasalah, baik di pusat maupun di daerah. Tidaklah kita pungkiri bahwa hal itu memang sudah dan sedang dijalankan, namun bagaimanapun juga harus diakui bahwa masih banyak pula yang belum tersentuh. Di Kabupaten Kediri misalnya,carut marut dan aroma busuk Money Politik menjelang Muscab II Partai Demokrat kabupaten Kediri, yang dilakukan oleh oknum ?Kader Pengianat? Partai Demokrat, ternyata sampai sekarang masih belum jelas penyelesainya, Apalagai namanya kalau bukan ?Penghianat?? ditengah semua orang sedang bekerja keras untuk bersih-bersih, justru dengan pongahnya mereka siramkan air comberan !!! luar biasa.., benar-benar tak tahu malu, dan tak punya hati. Apakah mereka-mereka ini masih layak disebut sebagai Kader Partai Demorat? Apakah mereka-mereka ini terus saja dibiarkan mencoreng-moreng wajah Partai Demokrat di Kabupaten Kediri? Masalah Money Politik yang terjadi dalam tubuh Partai Demokrat Kabupaten Kediri, kini sudah menjadi rahasia umum dan jadi konsumsi publik. Cerita tentang seorang oknum anggota legislatif Provinsi Jatim ber-inisial Drs.H. ?SB?, MM membagi-bagikan 16 Sepeda Motor + Uang melalui kaki tanganya yang ber-inisial Drs.?SM? dan Drs.H.SMJT, sudah menjadi obrolan di warung kopi, sungguh-sungguh memalukan !!! Data, fakta, dan semua bukti otentik telah dikirimkan ke Demokrat pusat, saksi-saksipun siap diklarifikasi,dan kita tahu bahwa proses sedang berjalan, namun yang perlu diingat bahwa kita juga tidak lagi punya banyak waktu. Kita juga tahu bahwa sekarang ini semua Pejuang-pejuang Demokrat sedang fokus dan bekerja keras mengerahkan segala daya upaya mengembalikan kepercayaan rakyat, namun sungguh sangatlah menyakitkan karena kerja keras selama ini justru dihambat dan dirongrong dari dalam oleh oknum-oknum penhianat partai yang hanya bertujuan mencari keuntungan diri sendiri. Dengan nasib Partai saja tidak peduli, apalagi memikirkan nasib rakyat,??? yang dipikirkan adalah bagaimana mendapatkan keuntungan pribadi dalam kondisi apapun ,dengan cara apapun, ?.., benar-benar b****b dan tak bermoral !!! Berlarut-larutnya masalah di Kabupaten Kediri tentulah sangat menguntungkan bagi pihak-pihak yang tidak menginginkan Partai Demokrat menang lagi di j**a Timur, khususnya di Kabupaten Kediri, karena memang inilah yang mereka inginkan, mereka sangat berharap masalah di Kabupaten Kediri terus berkepanjangan dan tak pernah selesai sehingga semua Kader Partai Demokrat selalu terganggu fokusnya hingga tidak bisa bekerja menjalankan semua progam-progam yang telah diagendakan. Jika masalah ini dianggap sepele, ya memang sepele, dan tidak sebanding dengan masalah yang sedang dihadapi oleh Partai Demokrat pusat sekarang ini, namun yang perlu di ingat adalah bahwa Kabupaten Kediri merupakan salah satu barometer kemenangan Partai Demokrat di masa lalu dan yang akan datang. Apa yang akan terjadi bila sebuah pohon besar nan rindang, bukan hanya diterpa badai, tapi digerogoti pula akarya??? Tentu tidak ada yang rela hal seperti ini terjadi pada Partai Demokrat kita tercinta? Kita semua sedang menunggu langkah cepat dan tepat apa yang akan diambil oleh Demokrat pusat untuk menyelesaikan masalah ini sekarang, dan mudah-mudahan apa yang disebut penegakkan etika partai ,serta janji tindakan tegas bagi Kader yang bermasalah, bukan hanya sekedar Retorika belaka, karena mereka-mereka ini ini bukan hanya sekedar bemasalah, tapi PENGHIANAT PARTAI DEMOKRAT!!!! ???????????????Salam Demokrat????????????? Masyarakat j**a Timur Peduli Demokrat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • edan » 0 Tanggapan
    setuju dgn @bung matin syarkowi, sebenarnya ada logika anak-anak SD yg bisa dipakai: UANG "TRANSPOR" ITU TDK AKAN MENJADI BERITA (MASALAH) KALAU TIDAK ADA KASUS WISMA ATLIT. Kasus ini kebetulan terkait dgn mantan bendahara umum, kader partai AS sebagai tersangka. Dan juga pengakuan bbrp kader partai tingkat DPC, kalau barang bukti sdh ditunjukkan adanya BB dan uang katanya sdh di bagi2.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • matin syarkowi » 0 Tanggapan
    kalau serius pengen bener, maka soal bukti itu janganlah dijadikan dasar untuk menyangkal soal politik uang di dalam tubuh PD. Fakta itu di setiap partai ada. Persoalannya apakah itu dianggap politik uang atau tidak, itu juga jangan mulut yang bicara, tetapi hati. Kalau soal ganti transport agar tidak termasuk politik uang, itu kalau yang ngasih transport tersebut adalah panitia, bukan diberikan oleh calon ketum. Kalau calon yaaa pak orang b***h juga bisa bicara bahwa itu politik uang namanya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.