tragedi sukhoi

Usung Jusuf Kalla Jadi Capres, Bukti PPP Tak Pede

Susi Fatimah - Okezone
Kamis, 23 Februari 2012 06:08 wib
Foto: (dok okezone)
Foto: (dok okezone)

JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah menilai banyaknya DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengusung mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai calon presiden (capres) di 2014 mendatang merupakan upaya partai berlambang Ka'bah tersebut ingin merebut kekuasan melalui sosok JK.

"PPP ingin kembali duduk di kekuasaan," ujar Iberamsjah saat berbincang dengan okezone, Rabu (22/2/2012).

Selain itu, lanjutnya, hal itu juga merupakan bentuk ketidakpedean PPP dalam mengusung Ketua Umumnya Suryadharma Ali (SDA) sebagai capres. "PPP tidak pede, sadar diri partai kecil tidak mungkin calonkan dari partai sendiri.  Ketokohan SDA kalah saing dengan JK. Jauh populer JK ketimbang SDA," paparnya.

Lagipula, kata Iberamsjah, PPP saat ini merupakah partai menengah. Hal ini menjadi batu sandungan bagi PPP untuk mengusung capres, kecuali melalui koalisi dengan partai Islam lainnya jika ingin mengusung SDA menjadi capres.

"Kecuali PPP mencari koalisi dengan partai Islam lain, mungkin dengan PAN, tapi PAN Hatta Radjasa juga pengen capres. Apakah SDA mau mengalah. Kalau dia sadar diri dia mengalah dan PPP partai kecil," tuturnya.

Iberamsjah menilai sosok JK dalam beberapa hasil survei masih cukup tinggi. terlebih saat ini JK masih aktif sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI). "Saya rasa JK masih diminati, tidak turun pamornya karena dia masih aktif di PMI, ceramah dikampus-kampus bahkan mengalahkan popularitas Aburizal Bakrie (Ical). Populer JK daripada Ical," tutupnya.

Seperti diketahui, kesepatan dari 18 DPW PPP untuk mengusung JK ini tercetus dalam pertemuan internal PPP di Hotel Garden Palace Surabaya, Senin, 20 Februari lalu. "Kami mengsung JK karena punya kepemimpinan yang kuat, mampu bertindak cepat dan tegas," ucap Rachmat Yasin, Ketua DPW PPP Jabar.

Ke-18 DPW itu adalah Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Kupang, Kepri, Banten, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Riau, Maluku, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Jayapura, Sulawesi Barat, Gorontalo, Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Menanggpi hal itu Jk menilai dukungan tersebut sebagai amanah. "Kalau itu memang suatu amanah. Ya kenapa tidak dijalankan. Kami akan bekerja sama untuk itu," ucap JK usai menjadi pembicara pada forum Halaqah Alim Ulama PPP di Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/2/2012). (sus)

(ahm)

  • figo » 0 Tanggapan
    PPP sepertinya ingin mendulang suara lebih banyak lagi, makanya memasang tokoh;tokoh nasional untuk dijadikan Presiden.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • andy » 0 Tanggapan
    surya darma ali bukanlah sosok seorang yang mempunyai leadership bukannya pd atau tidak lihat hanura, gerindra. Mereka partai kecil tapi pd aja mengajukan capres mereka.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Didi kurniawan » 0 Tanggapan
    Rakyat udah bosen sama politik, rakyat udah tau partai semua bohong, semua kader partai gak ada yg bener, cuma ingin suara rakyat Ajah untuk kepentingan mereka...piss
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Didi kurniawan » 0 Tanggapan
    Rakyat udah bosen sama politik, rakyat udah tau partai semua bohong, semua kader partai gak ada yg bener, cuma ingin suara rakyat Ajah untuk kepentingan mereka...piss
    Beri Tanggapan Laporkan
  • elegan » 0 Tanggapan
    Kayaknya kurang jeli statemen pengamat ini dan cenderung berwawasan sempit. Saya bangga dgn parpol seperti PPP ini & kelihatan sbgi parpol yg elegan. Elite PPP & kadernya sangat terbuka bagi potensi2 lain di luar partai yg sdh punya nama & teruji, punya karisma & kepemimpinan, konsisten, punya komitmen & integritas. Yang justru akan membingungkan & tdk tahu malu klu ada parpol yg memaksakan kadernya yg tdk jelas dan tdk berbobot utk ikut Pemilu 2014.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.