Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei LSI Prabowo Mampu Lewati Mega Dipertanyakan

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Kamis, 23 Februari 2012 |14:03 WIB
Survei LSI Prabowo Mampu Lewati Mega Dipertanyakan
Prabowo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pengamat militer Prof Dr Salim Said mengaku sangat heran ketika melihat perolehan suara Prabowo sangat tinggi. Bahkan melampaui perolehan Megawati dalam putaran kedua Pilpres versi survei LSI.
 
Dia mensinyalir situasi ini terjadi karena kekecewaan masyarakat terhadap SBY. Namun di sisi lain masyarakat masih terpikat pada kepemimpinan tokoh militer. “Padahal, di dunia, kebanyakan diktator itu orang sipil dan sangat tegas. Bukan harus militer," ujarnya saat menjadi pembicara di acara LSI di Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/02/2012).
 
Salim mengingatkan masyarakat harus berfikir ulang jika hendak memilih Prabowo sebagai presiden. Begitu pula terhadap kandidat lain dari unsur militer. "Prabowo sebagai politikus memiliki track record sendiri. Dia masih punya masalah dengan AS. Dia belum dapat visa untuk masuk AS. Kalau masyarakat tahu, hasil survei itu mungkin berbeda," tegasnya.
 
Lebih lanjut Salim menerangkan bahwa kecenderungan masyarakat memilih capres yang berasal dari militer lantaran euforia masa pemerintahan Soeharto. Yang menjadi perhatian masyarakat adalah keterjangkauan harga barang di pasar, dan tidak peduli bagaimana kondisi ekonomi negara.
 
“Ini mengingatkan kita pada pengalaman tahun 2004, saat SBY menonjol. Hal itu disebabkan karena masyarakat masih terbayang pada masa pemerintahan Soeharto yang meskipun otoriter namun kebutuhan masyarakat terjangkau," terang Salim.
 
Dalam survei LSI, Megawati akan memenangkan pemilihan presiden bila pemilu digelar saat ini. "Jika pilpres diselenggarakan saat ini, 15,2 persen masyarakat memilih Megawati,” kata Peneliti Utama LSI, Saiful Mujani.
 
Selanjutnya, diurutan dua nama Prabowo Subianto juga masih menjadi perhatian publik dengan perolehan (10,6 persen), disusul Jusuf Kalla (7 persen), dan Aburizal Bakrie (5,6 persen). Begitu juga jika pilpres dilakukan sekarang dengan menyusut 10 calon, nama Megawati masih tertinggi dengan (22,2 persen), disusul oleh Prabowo (16,8 persen) dan Aburizal Bakrie (10,9 persen).
 
Namun, menurut Mujani, jika pilpres dilakukan sekarang (Februari), dengan tiga nama yaitu Mega, Prabowo, dan Ical, maka Mega dan Prabowo berpeluang maju ke putaran kedua. "Mega dan Prabowo berpeluang maju ke putaran kedua. Namun jika yang bertarung adalah Mega dan Prabowo, maka kemungkinan besar Prabowo akan mengalahkan Mega," tuturnya.
 
Survei LSI ini dilakukan pada 1-12 Februari 2011 dengan jumlah sample 2050 responden. Margin of error sekira 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen.
 
Adapun, tokoh yang diajukan ke responden sebanyak 24 nama. Selain nama yang mendapat dukungan mayoritas responden di atas, terdapat Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, Dahlan Iskan, Djoko Suyanto, Endriartono Sutarto, Hidayat Nur Wahid, Khofifah Indar Parawangsa, Mahfud MD, Marzuki Ali, Muhaimin Iskandar, Pramono Anung, Pramono Edi Wibowo, Puan Maharani, Sri Mulyani, dan Suryadharma Ali.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement