Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Direktur PT SBT Merasa Dizalimi Kejagung

Rizka Diputra , Jurnalis-Kamis, 23 Februari 2012 |15:11 WIB
Direktur PT SBT Merasa Dizalimi Kejagung
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Utama PT Satui Bara Tama (SBT) Parlin Riduansyah bin Muhammad Syahdan mengaku terzalimi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) yang ngotot mengeksekusi dirinya terkait kasus yang menderanya.
 
Dia diduga melakukan kegiatan eksploitasi lahan kawasan hutan di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Banjarmasin, Kalimantan Selatan tanpa izin dari Menteri Kehutanan.
 
Ia mengaku pihaknya sudah memenuhi prosedur yang berlaku yakni dengan mengantongi izin Bupati Kota Baru dengan Nomor.545/97a/KP/D.PE tentang pemberian kuasa pertambangan eksploitasi tanggal 23 Januari 2003 dan keputusan Bupati Kota Baru Nomor.545/31.I/KP.D.PE tanggal 15 April 2003.
 
"Sudah ada bukti-bukti hukum hukum yang menguatkan bahwa saya tidak bersalah dan tidak dapat dieksekusi oleh pihak kejaksaan," tegas Parlin di Jakarta, Kamis (23/2/2012).
 
Seperti diketahui, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin Nomor : 1425 Pis.Sus/2009/PN.BJM tanggal 19 april 2010, putusan menyatakan terdakwa H Parlin Riduansyah bin H Muhammad Syahdan, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan ke satu primair, ke satu subsidair atau dakwaan kedua dan membebaskan terdakwa.
 
"Bukanlah peristiwa pidana karena telah diberikan izin oleh Bupati Kota Baru dan kami telah memberikan ganti rugi atas lahan milik masyarakat yang disaksikan oleh kepala desa dan camat setempat," sesalnya.
 
Dia juga menyesalkan tindakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Hamzah Tadja yang meminta Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan untuk tetap melakukan eksekusi dengan upaya paksa pada 25 Januari 2012 lalu untuk menahan dirinya.
 
"Di manakah rasa keadilan di negeri ini, jika sesuatu yang sudah berdasarkan prosedur dan hukum, tetap dipaksakan menjadi hal yang salah. Dugaan mafia hukum di Kejaksaan dan dunia hukum Tanah Air semakin tidak jelas, dan hanya berpihak kepada kepentingan para penguasa," pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement