MAKASSAR - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai Bulu menegaskan, bentrok warga di Kampung Sinagma, Kabupaten Wamena, yang menyebabkan seorang anggota TNI tewas sebagai kriminal biasa.
Hal tersebut disampaikannya Syamsul usai meresmikan Asrama Mahasiswa Cendrawasih Papua di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/2/2012) siang.
Menurut Syamsul, insiden tersebut dipicu oleh sekelompok orang yang terpengaruh minuman keras. Namun karena ada kesalahpahaman, terjadi bentrok antara warga dengan aparat TNI dan Kepolisian.
Bentrok tersebut menyebabkan Serma Bambang, anggota Intel Korem 172/Praja Wira Yakthi yang juga ajudan Wakil Bupati Jaya Wijaya, tewas terkena tusukan anak panah.
Syamsul menegaskan kondisi saat ini di Wamena sudah kondusif. Dia meminta agar semua pihak menahan diri dan menjaga keamanan.
Bentrokan mengakibatkan dua anggota Intel Korem 172/Praja Wira Yakthi dan seorang anggota Polisi Lalu Lintas Wamena menderita luka. Wakil bupati juga menderita luka akibat terkena anak panah dan senjata tajam.
(Rudi Gunawan/Sindo TV/ton)