Cara Tepat Bilang ke Ortu Soal Pindah Jurusan

Image: corbis.com

Image: corbis.com

BANYAK mahasiswa yang mengubah program studi ketika kuliah, ketakutan untuk memberitahu orangtua mereka tentang hal itu. Jika kamu termasuk dalam kelompok ini, jangan khawatir. Jika caramu menyampaikan rencana tersebut benar, kamu akan mendapat dukungan dari orangtua.

USA Today Educate
, Jumat (24/2/2012) melansir daftar yang perlu kamu perhatikan ketika akan menyampaikan kabar perpindahan jurusanmu kepada orangtua.

Sampaikan secepatnya


Semakin lama kamu menunggu, orangtuamu akan lebih terkejut. Orangtuamu juga mungkin akan merasa sakit hati karena kamu tidak meminta masukan dari mereka terlebih dahulu.

Jika kamu berpikir bisa menunggu karena orangtuamu sepertinya terlihat tidak tertarik, berhati-hatilah. Bisa jadi, sikap mereka adalah karena tidak ingin secara langsung mempengaruhi keputusanmu. Jangan berasumsi, ambillah inisiatif untuk memulai diskusi.

Fokus pada landasan bersama dan pahami bahwa orangtuamu memiliki niat baik

Tidak hanya kamu, keluargamu pun pasti menginginkan kamu sukses dan bahagia. Jika orangtuamu mengajukan pertanyaan yang sulit, ingat saja bahwa mereka ingin memastikan keputusan yang kamu buat. 

Kedepankan fakta, bukan emosi


Sampaikan alasan mengapa kamu tidak menyukasi jurusan yang sedang kamu ambil sekarang. Kemudian, sampaikan pendapatmu tentang dirimu sendiri dan pilihan yang kamu buat untuk mencapai visi tersebut.

Jika kamu memiliki informasi yang dapat mendukung perpindahan jurusanmu itu, sampaikanlah. Berikan contoh khusus tentang jurusan baru yang kamu pilih dan prospek kariernya.

Dengan begitu, orangtuamu tidak akan serta merta menganggap keputusan yang kamu ambil sebagai sesuatu yang impulsif. Cara ini juga sekaligus mengajarkan mereka lebih banyak tentang jurusan barumu. 

Rayakan pengalaman

Kamu tidak sendiri, banyak mahasiswa yang juga mengganti program studi mereka di ketika kuliah. Keputusan ini akan membantumu memahami bahwa berpindah jurusan tidak hanya umum dilakukan, tetapi juga bermanfaat.

Tragisnya, banyak juga di antara mahasiswa yang menyimpan ketidaknyamanan mereka pada jurusan yang mereka pilih. Akhirnya, mereka pun menyesali hal itu ketika semua sudah terlambat.

Kamu, bagaimanapun juga, telah berani secara proaktif mencari alternatif, yang akan meningkatkan motivasi, konsentrasi, dan kesempatan untuk mengamankan kepuasanmu dalam mencari kerja usai lulus.

Jadilah realistis

Tidak ada karir atau program akademis yang sempurna. Ketika meneliti pilihan studimu, pastikan kamu mengidentifikasi segala kelemahan dan memeriksanya dari setiap sudut.

Masih khawatir? Cari solusinya

Jika kamu mengetahui bahwa prospek karier di bidang studi baru juga tidak terlalu baik, maka carilah cara untuk meningkatkan kompetensimu. Misalnya dengan mengikuti magang kerja atau ikut berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Tenangkan pikiran

Jangan segan untuk berbagi dengan keluarga dan orang-orang terdekatmu tentang rencana ini. Misalnya, sampaikan kepada mereka bahwa kamu akan bertemu dengan dosen pembimbing akademik untuk membicarakan rencana penelitian sehingga kamu tidak perlu memperpanjang tanggal kelulusanmu. 

Sampaikan juga analisis yang cermat dari keputusanmu, dan yakinkanlah anggota keluargamu bahwa kamu tidak akan membutuhkan biaya kuliah tambahan jika pindah jurusan. Kamu juga bisa menyampaikan rencanamu untuk mengikuti berbagai kegiatan yang akan mendukung kompetensimu pada jurusan baru.

Berbagi seperti ini diperlukan agar kamu merasa tenang dan terdorong untuk mengubah pikiran lagi.

Mintalah dukungan mereka


Tekankan bahwa kamu menghargai masukan keluargamu dan berharap bahwa mereka dapat merasakan antusiasme yang sama tentang jurusan baru yang kamu pilih.

Menilai pentingnya pendapatmu dan pendapat orang lain

Kemungkinan besar, budaya dan latar belakang akan mempengaruhi persepsi kita, termasuk dengan orangtua. Dalam kasus ini, kamulah yang dapat menentukan pentingnya peranmu dalam mengambil keputusan ini.

Apakah kamu berganti jurusan dan sudah menyampaikannya kepada orangtuamu? Jika ya, bagaimana pengalamanmu ketika menyampaikan hal itu?
(rfa)
berikan komentar anda Lakukan Login untuk Komentar tanpa moderasi.
0 komentardisclaimer
breaking news x