tragedi sukhoi

BNPB: Banjir Bandang di Sumbar Tak Dipicu Pembalakan Liar

Rus Akbar - Okezone
Jum'at, 24 Februari 2012 20:52 wib

PASAMAN - Banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat bukan karena pembalakan liar diperbukitan setempat. Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Syamsul Ma’arif usai memantau Kecamatan Simpati dari udara bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Bupati Pasaman, Benny Utama.
 
“Dari pemantau dari udara, kami melihat bencana ini bukan diakibatkan oleh pembalakan liar,” katanya, Jumat (24/2/2012).
 
Namun ia mengakui bahwa di kawasan perbukitan itu ada pembukaan lahan oleh masyarakat untuk perkebunan. Namun katanya itu masih jauh dari lokasi longsor. “Kami menilai kejadian bencana ini murni oleh kondisi curah hujan yang lebat, serta kondisi retakkan perbukitan yang labil,” katanya.
 
Selain curah hujan yang tinggi, kata Syamsul, banjir bandang juga disebabkan kondisi topografi alam, posisi daerah ini merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan 40 derajat, ditambah lagi daerahnya yang mudah longsor.
 
“Kondisi daerah ini mirip dengan Wasior, kemiringan mencapai 40 derajat sehingga posisi tanah mudah longsor. Kalau ada yang mengatakan banjir bandang ini akibat pembalakan liar silahkan pertanggungjawabkan pernyataannya dan bukti-bukti pembalakan liar tersebut,” ujarnya.
 
Selain itu ia juga meminta kepada Pemkab Pasaman untuk segera melakukan aksi empat bentuk, yaitu berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, berupa makan, minum. “Pedistribusian mesti cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
 
Berikutnya kebutuhan pakaian, para korban, selimut serta kebutuhan khusus gender  yang menjadi sesuatu yang penting. Sehingga masyarakat juga dapat nyaman dan mengurangi kesedihan, terutama anak-anak dan ibu-ibu. Ketiga kebutuhan akan air minum,  ini mesti segera menjadi prioritas.
 
Aksi keempat tempat berteduh, bisa tenda, atau tempat fasiltas umum, yang dapat dipergunakan sebagai penghunian sementara. Sebelum kita memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah para korban bencana ini.

(ful)

  • asrul dt. bgd. uma » 0 Tanggapan
    Yang benar aja pak... ! apa bapak takut.... ?... bukti kan ada kayu gelondongan berserakan dilokasi bencana.. ah gimana ini .. ini lah salah satu-nya belum diselidik udah dibilang nggak apa.. kapan Indonesia maju
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ivory hanif » 0 Tanggapan
    Bukan pembalakan liar.... jadi apa namanya pak...???? pembalakan yg resmi diizinkan pemerintah...???? perlu ditelusuri siapa yang mengizinkan.... Sudah jelas yg menghantam rumah warga kayu gelondongan yang habis dipotong-potong... ribuan kubik lagi..... maaf pak... ssebagai pimpinan tolong berbicara sesuai data dan fakta..... saya sebagai warga alahan mati sangat keberatan dengan statement bapak.... sudah bertahun-tahun pembalakan ini terjadi... sudah habis hutan bukit barisan yg konon kata pemerintah daerah konservasi air....jangan bapak tutupi dengan menyalahkan topografi..... periksa kembali dengan teliti pak....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irma » 0 Tanggapan
    Kalo bukan pembalakan liar..... berarti pembalakan resmi dan diizinkan pemerintah pak....?????? Udah jelas yang menghantam rumah warga kayu gelondongan ribuan kubik lagi..... Apa memang diizinkan mengambil kayu di hutan bukit ambacang itu.... Mohon diperiksa kembali statement bapak.... Sesuaikan dengan data dan fakta....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irwandi » 0 Tanggapan
    Yg saya tau didaerah itu ada 5 buah sawmill pak, gak mgk kayunya dibawa dari j**a kan? Kami dari masy setempat sangat menyayangkan statement bapak..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irwandi » 0 Tanggapan
    Yg kami tau didaerah tsb ada 5 buah sawmill pak, gak mgk kayunya dibawa dari j**a kan? Kami dari masy setempat sangat menyayangkan statement bapak
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.