Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Eksistensi Terancam, FPI Minta Dukungan Hasyim Muzadi

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Minggu, 26 Februari 2012 |18:05 WIB
Eksistensi Terancam, FPI Minta Dukungan Hasyim Muzadi
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

DEPOK - Sejumlah tokoh dari DPP Front Pembela Islam (FPI), menyambangi kediaman mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat. Agenda pertemuan tertutup tersebut membahas mengenai eksistensi FPI saat ini yang mendapat sorotan dari masyarakat luas.
 
Ketua Dewan Bidang Dakwah PP FPI Habib Muhsin Ahmad Al-Attos mengungkapkan, agenda kedatangannya di kediaman Hasyim Muzadi dalam rangka membahas eksistensi FPI saat ini. “Agenda kita bersilaturahmi ke KH. Hasyim Muzadi. Yang kita bicarakan mengenai keberadaan FPI saat ini,” terangnya kepada wartawan, Minggu (26/02/12).
 
Dalam pertemuan tertutup tersebut, tampak juru bicara FPI Munarman, anggota DPD RI AM Fatwa, artis Rhoma Irama dan pengurus FPI. Sementara itu, Anggota DPD RI AM Fatwa, juga mengaku kedatangannya dalam rangka membahas permasalahan secara nasional tentang goncangan yang terjadi di lingkungan bangsa dan negara.
 
“Apa yang disebut kekerasan tidak di monopoli FPI. Sikap yang mencerminkan premanisme juga terjadi pada peristiwa politik hampir di semua Pilkada. Saya menyayangkan, kenapa menyangkut FPI jadi berita nasional dan internasional.
 
Sementara itu, Hasyim Muzadi tidak banyak berkomentar mengenai kedatangan FPI tersebut. Dia menyebutkan sebagai bagian dari silaturahmi. “Saya menerima kedatangan sejumlah tokoh agama dari FPI, AM Fatwa dan Rhoma Irama. Silahkan saja tanyakan pada mereka isi agendanya,” papar Hasyim.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement