JAKARTA - Ketua Umum LBH Forum Studi Aksi Demokrasi (Fosad), Faisal Riza Rahmat, miris dengan sikap pemerintah soal pembelian pesawat khusus presiden.
“Saya miris dan prihatin dengan pembelian pesawat khusus presiden. Karena masih banyak masyarakat di Indonesia hidup susah bahkan tidak makan,” kata Faisal saat berbincang dengan okezone, Minggu (26/2/2012).
Dia menambahkan mantan Presiden Soeharto yang berkuasa hampir 32 tahun menjadi presiden, tidak pernah berfikir untuk membeli pesawat. Soeharto lebih mementingkan kepada nasib masyarakat Indonesia, ketimbang membeli pesawat khusus untuk dirinya.
“Sebenarnya tidak ada masalah jika menggunakan pesawat Garuda. Karena maskapai penerbangan ini juga milik BUMN,” terangnya.
DPR yang telah menyetujui pembelian pesawat tersebut, lanjut Faisal, juga tidak mempunyai fungsi sebagai wakil rakyat.
“Lalu apa fungsinya DPR,” tukasnya.
Seperti yang diketahui pemerintah memutuskan membeli Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-800 Business Jet 2 seharga USD91,2 juta atau sekira Rp910 miliar. Biaya interior pesawat (cabin interior) telah dibayar senilai USD17 juta dan pada 2013 dilunasi lagi sebesar USD9,9 juta. Untuk pembayaran sistem keamanan. Pembayaran kepada pihak Boeing baru akan dilakukan pada 2013 sebesar USD 4,5 juta.(kyw)
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.