Kejaksaan sidik 8 produk tak ber-SNI

|

Kejaksaan sidik 8 produk tak ber-SNI

Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) merilis sejumlah produk yang beredar di pasaran yang tidak memenuhi ketentuan layak edar. Dari kedelapan produk yang dirilis tersebut Kemendag akan melanjutkannya ke proses hukum.

“Pemberkasan terhadap delapan produk ini akan dilanjutkan ke proses hukum terhadap produk dan perusahaannya,” kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krishnamurti di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Disebutkan alasannya, sejumlah produk itu tidak memenuhi ketentuan seperti standar SNI, tidak menggunakan label berbahasa Indonesia ataupun tidak menggunakan manual dan kartu garansi (MKG) dalam bahasa Indonesia serta tidak memiliki registrasi untuk produk pangan dan yang tidak memiliki izin impor atau ilegal.

Dia menambahkan dari delapan produk yang tidak memenuhi ketentuan tersebut maka berkas perkara hasil penyidikan akan diteruskan oleh Jaksa Penuntut Umum pada bulan Maret 2012. Kedelapan produk itu antara lain kipas angin, baja lembaran seng (BJLS), tepung terigu, dua merk mesin printer, pengering rambut dan dua merk lampu Swaballast.

Menurut Bayu proses hukum untuk ke delapan produk ini akan masuk ke pengadilan. “Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen jika misalnya masuk ke pengadilan maka kemungkinan vonisnya nanti akan menjadi keputusan pidana perusahaan yang bersangkutan, yang memproduksi dan mengedarkan produk itu,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menarik tiga produk yaitu tepung terigu merk Terompet Mas, kipas angin merk Si Jempol dan selang karet kompor gas merk Cosco. “Ini ditarik dari peredaran seluruhnya,” ungkapnya

Lebih lanjut, Bayu menyebutkan sebanyak 22 produk telah melanggar ketentuan label. “Ini menjadi pembinaan untuk perusahaan tersebut, agar tidak lagi mengulang pelanggaran yang telah dilakukan,” tegasnya.

Hingga saat ini, dia melanjutkan bahwa pihaknya tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan terhadap 70 produk yang diduga melakukan pelanggaran baik SNI, MKG maupun label. “Mudah-mudahan dalam waktu yang akan datang bisa kita segera tetapkan statusnya,” tandasnya.

Sementara itu, upaya pengawasan terhadap 100 produk tahap kedua di Semarang, Makassar, Jakarta, Surabaya, Palangkaraya  dan Yogyakarta yang dilakukan pada Januari hingga Februari 2012 telah ditemukan 100 produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Produk itu antara lain, 29 produk ditemukan melanggar ketentuan SNI berupa baja tulangan beton, lampu Swaballast, helm, kipas angin. Selain itu, 13 produk yang tidak memenuhi ketentuan MKG berupa blender, penghisap debu, pengering rambut dan lainnya. Selain itu 59 produk melanggar ketentuan label dalam bahasa Indonesia berupa alas kaki, thinner, mainan anak dan pakaian jadi. (ank)

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    • UMKM

      LPG 3 kg di Salatiga tembus Rp15.000/tabung

      Harga gas LPG ukuran 3 kilogram (kg) ditingkat pengecer di daerah Sidoerejo, Salatiga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Saat ini harga gas LPG tabung melon tersebut menembus Rp15 ribu per tabung.

    • UMKM

      Kuartal III, inflasi Jabar diperkirakan 1,5-2%

      Angka inflasi Jawa Barat (Jabar) pada bulan Juli, Agustus, dan September diperkirakan akan mencapai 1,5-2 persen. Peningkatan inflasi disebabkan terbitnya sejumlah kebijakan pemerintah serta kondisi ekonomi global.
       

    • UMKM

      Awasi ekspor-impor, maritim RI harus diperkuat

      Sering digunakannya perairan Indonesia sebagai jalur perdagangan ekspor-impor, mengharuskan Indonesia memperkuat kekuatan maritimnya.

    • UMKM

      Semester I/2012, Bulog raup untung Rp111 M

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog, mencatat keuntungan pada semester I/2012 sebesar Rp111 miliar. Pencapaian tersebut lebih disebabkan setelah adanya rekonsiliasi dari Public Service Obligation (PSO).

    • UMKM

      Awasi ekspor-impor, maritim RI harus diperkuat

      "Kalau Indonesia ingin kuat menjaga martabat sebagai bangsa yang kuat, berarti Indonesia harus kuat di bidang maritim maupun pertanian," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

    • UMKM

      Raskin ke-13 siap meluncur jelang Ramadan

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog siap salurkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) ke-13. Penyaluran itu akan dilakukan menunggu keputusan pemerintah. Kemungkinan, raskin tersebut akan disalurkan menjelang bulan Ramadan

    • UMKM

      Kulon Progo siapkan kota Satelit

      Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta menyiapkan tiga kecamatan sebagai kota satelit. Kota satelit disiapkan untuk merespon kebutuhan hunian terkait adanya megaproyek yang akan dibangun di daerah ini.

    • UMKM

      Stok beras aman hingga maret 2013

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan pasokan beras aman sampai dengan sembilan bulan kedepan (Maret 2013). Pasalnya, terhitung sampai dengan saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di Bulog mencapai 468.000 ton.

    • UMKM

      Indeks kepercayaan konsumen RI kian melejit

      Tingkat kepercayaan konsumen Indonesia terus meningkat seiring dengan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) naik sebesar 1,2 persen menjadi 92,4 dari sebelumnya 91,3.

    • UMKM

      Ramadan & Lebaran, Bulog jamin harga beras stabil

      Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan harga beras pada bulan Ramadan dan Lebaran akan bergerak stabil. Pasalnya, dilihat dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di Bulog adalah sebesar 468 ribu ton.

    Baca Juga

    837 Kg Ganja Aceh Gagal Dikirim ke Jakarta