JAKARTA – Sebuah Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) resmi berdiri, hari ini. Kemunculan MIUMI ini bukan untuk menjadi pesaing MUI (Majelis Ulama Indonesia) melainkan mengatasi permasalahan umat yang sudah sangat kompleks.
Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir mengatakan, lembaga ini diharapkan bisa merevitalisasi dari perbedaan yang terjadi selama ini di antara ormas.
Misalnya saja perbedaan waktu Hari Raya Idul Fitri ada dua versi, jatuhnya hari puasa Ramadhan yang berbeda, serta melemahnya lembaga ormas Islam yang ada selama ini.
Bachtiar juga mengatakan, MIUMI tidak akan menjadi problem bagi ormas-ormas Islam yang sudah ada.
“Karena memang forum ini telah menjadi wadah bagi seluruh ormas islam yang ada, khususnya bagi kaum intelektual dan ulama muda. Sama halnya dengan MUI yang menjadi wadah berbagai ormas Islam yang ada dari kalangan ulama senior,” kata dia. Bachtiar menambahkan, kehadiran organisasinya ini justru akan lebih baik bagi umat.
Apalagi, dikatakannya, selama ini sejumlah ulama tidak mampu memberikan solusi terbaik, karena masing-masing ulama memiliki kepentingan serta agenda politik.
Padahal problematika tersebut harus dijawab tanpa satu kepentingan organisasi masa atau partai politik tertentu, selain untuk kepentingan umat.
Guna mengatasi permasalahan itu, munculah Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang telah dideklarasikan.
Senada, Ketua MIUMMI Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan, organisasi baru ini menaungi calon ulama yang di dalamnya terdiri dari ormas dan pakar disiplin Islam dan umum.
MIUMI bertujuan, membantu umat dan bangsa Indonesia untuk mengatasi berbagai persoalan, menyelesailkan dengan cara ilmiah dan syariah yang merujuk otoritas para ulama.
Hamid melanjutkan, lahirnya organisasi ini bukan untuk menyaingi MUI, tapi justru memperkuat otoritas lembaga keulamaan setingkat MUI.
"Jadi ini memang sangat baik bagi umat, sama sekali tidak akan menjadi pesaing MUI yang lahir sudah begitu lama. Kami justru ingin bersinergi dan memperkuat semua ormas Islam yang sudah ada," sebut Hamid.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin saat menghadiri deklarasi mengaku bersyukur atas deklarasi MIUMMI. Dengan adanya lembaga keagamaan yang notabene dihuni cendekiawan muda itu, MUI semakin terbantu dalam malakukan perjuangan agama.
Kendati demikian, Din yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyarankan agar MIUMI harus bisa menampilkan watak Islam. Yakni sebagai agama kasih sayang dan perdamaian, keadilan, kemajuan, serta agama kesaksian. "MIUMI harus bisa menjadi tenda besar untuk seluruh umat islam yang berasal dari masing-masing kelompok, kepentingan, dan pemikiran," ujar Din
Tak hanya MUI, kata Din, Muhammadiyah pun bersependapat dengan adanya MIUMI. Selain itu, Din pun memberikan apresiasi dengan hal yang melatari MIUMI terbentuk, yang antara lain dilandasi alasan banyaknya permasalahan umat dan bangsa serta bersinggungan dengan persoalan berkembangnya lingkaran kebodohan.
(Amril Amarullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.