SEMARANG- Kenangan buruk dengan oknum anggota polisi masih lekat di ingatan Indra Azwan. Bahkan saat melihat polisi yang lain, Indra mengaku masih mengingat kematian sang anak.
"Sama polisi-polisi juga gitu, saya 'pegel' kalau lihat mereka di jalan pas saya melintas. Selalu saya teringat akan anak saya itu," kata Indra saat ditemui di Simpang Lima, Semarang, Rabu (29/2/2012).
Pada kesempatan yang sama, Indra juga mengaku kecewa dengan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hanya memberikan uang.
“Pak SBY itu saya akui bijaksana, tapi kok sama sekali tidak tegas. Hati ini kecewa mas," serunya di tengah-tengah istirahatnya.
Meski demikian, Indra mengaku tetap konsisten untuk memperjuangkan apa yang diyakininya. “Menuntut keadilan, bukannya uang sumbangan,” tegasnya.
Sebelumnya, Indra melakukan perjalan keduanya dari Malang menuju Jakarta untuk mengembalikan uang yang pernah diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dia mengaku kasus kecelakaan yang menimpa anaknya, Rizki Andhika, pada 1993 lalu tidak bisa dibayar dengan uang dan hanya meminta keadilan. Rizki yang tengah menyeberang jalan di depan rumahnya, ditabrak mobil yang dikemudikan anggota polisi yang saat itu berdinas di Polwil Malang. Rizki tewas di lokasi.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.