Ketua MA: Perma No 2/2012 Seperti Buah Simalakama

Kamis, 01 Maret 2012 19:03 wib | Dina Kusumaningrum - Okezone

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Ketua Mahkamah Agung periode 2012-2017 Hatta Ali dalam temu wartawan di Media Centre Mahkamah Agung, mengungkapkan, Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 2 tahun 2012 seperti buah simalakama.
 
"Coba lihat ketika hakim memutuskan pencuri sandal, kakao, dan lain lain ditahan, tanggapan masyarakat gimana? Gak setuju kan? Nah ketika Perma ini keluar, malah masyarakat kembali, masyarakat ini maunya apa? Udah dipenuhi kok begitu. Hakim hanya menjalankan tugas sesuai undang-undang yang berlaku,” ujarnya.
 
Terbitnya Perma No 2 tahun 2012 mengenai penyesuaian batasan tindak pidana ringan dan jumlah denda dalam KUHP menuai pro kontra. Dalam Perma ini nilai yang ditetapkan naik menjadi 1.000 kali lipat.
 
Jika sebelumnya disebut tindak pencurian ringan nilainya kurang dari Rp250 kini diubah menjadi Rp2.500.000. Dengan adanya Perma ini diharapkan kasus-kasus pidana sepele tidak sampai pengadilan. Namun di sisi lain, sejumlah pihak tidak bisa menerima Perma ini begitu saja. Seharusnya bila serius MA harus mengusulkan undang-undang ke DPR.
 
“Perma ini mencegah agar kasus remeh seperti nenek Minah dan pencuri sandal AAL tak berulang di pengadilan,” tegas Hatta.

(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »