JAKARTA - Partai Golkar akan meninggalkan mekanisme konvensi yang sebelumnya digunakan sebagai alat untuk memutuskan siapa calon presiden dari partai berlambang pohon beringin itu.
Analis politik Charta Politika Arya Fernandes mengatakan, cara konvensi memang diakui demokratis, namun rentan akan praktek politik uang.
"Saya kira bila Golkar serius untuk menjaring capres dengan mekanisme yang demokratis, penggunaan hasil survei dapat menjadi rujukan untuk menentukan capres," kata Arya kepada okezone, Kamis (1/3/2012) malam.
Caranya lanjut Arya yakni dengan mendukung kandidat internal yang memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi.
"Oleh karena itu, penggunaan lembaga survei yang kredibel dapat dipertimbangkan oleh partai," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Partai Golkar kemungkinan akan resmi menetapkan ketua umumnya, Aburizal Bakrie sebagai bakal calon presiden dalam pemilu 2014 pada bulan Oktober atau November mendatang. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono.
Menurut Agung,Golkar saat ini tengah menunggu momentum yang tepat untuk mendeklarasikan Ical. Meski pengurus cabang telah menyatakan dukungannya, Golkar tak ingin menetapkan bakal calon presiden saat ini karena masih terlalu dini dari pemilu 2014.
Alasan ditinggalkannya konvensi, masih menurut Agung, karena Golkar telah punya pengalaman dua kali, dan selain itu hasil dari konvensi ternyata tidak berhasil.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.