Tradisi Karapan Kerbau Usai Tanam Padi

Karapan kerbau di Kangayan, Maadura (Dok: Sindo TV/Abdul Rahem)

Tradisi Karapan Kerbau Usai Tanam Padi
SUMENEP - Pulau Madura dikenal dengan budaya serta tradisinya yang unik. Tidak hanya karapan sapi, ternyata ada juga karapan kerbau di Pulau Garam itu.
 
Karapan kerbau biasanya dihelat warga di Pulau Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur setiap tahun.

Berbeda dengan karapan sapi, kerbau dipacu tanpa joki di atas kereta. Joki berada di belakang kerbau sambil menunggangi kuda. Setiap joki mengawal tiga kerbau hingga garis finish.

Selain itu, jika pada karapan sapi hanya dua pasang yang dilombakan, namun pada karapan kerbau ada tiga hingga enam pasang kerbau yang berlomba beradu kecepatan dalam sekali balapan.

Sebelum lomba dimulai, puluhan kerbau diarak masuk ke dalam arena dengan iringan musik tradisional.

Petugas harus berhati-hati karena kerbau bisa lebih berbahaya dari sapi jika mengamuk.

Setelah sampai pada finish, biasanya penonton dan pendukung masing-masing pasangan kerbau langsung menari mengikuti alunan musik tradisional Bajo yang dibunyikan tanpa pengeras suara.

Kerapan kerbau ini merupakan tradisi tahunan warga Pulau Kangayang yang digelar setiap selesai menanam padi.

“Ini namanya karapan kerbau yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga sini setiap selesai menanam padi. Setiap tiga pasang kerbau dikejar dengan seekor kuda,” jelas Badri, salah seorang pemilik kerbau, Selasa (6/3/2012).

Kerbau dipilih sebagai hewan balap karena saat membajak sawah, warga memanfaatkan hewan ini.

Tidak ada hadiah khusus bagi pemenang. Maklum, karapan kerbau digelar warga hanya sebagai ajang silaturahim serta menggalang kekompakan antarsesama petani.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pasca-Lengser, SBY Akan Sungkem ke Orangtua