JAKARTA – Landasan Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kerusakan ditandai dengan sejumlah lubang pada landasan, juga cekungan akibat turunnya landasan (distorsi).
Kondisi ini, membuat pihak bandara mengeluarkan kebijakan pembatasan jumlah penumpang dan barang dari dan ke bandara tersebut.
Kepala Teknisi Bandara UMK, Umbu Hina menegaskan, landasan sepanjang 1800 meter itu, beberapa waktu terakhir, diakibatkan lantaran tingginya curah hujan.
Itu terlihat dari banyaknya genangan air setiap turun hujan, dan menyebabkan makin membesarnya kondisi lubang (semakin melebar), bahkan seperti kubangan.
“Ada empat titik yang rusak berat dimana landasan terkelupas hingga berlubang. Bahkan ada 18 titik yang mengalami penurunan hingga membentuk cekungan,” ujar Umbu Hina kepada wartawan, Selasa (7/2/2012).
Sehingga, bila hujan turun, terpaksa harus disedot dengan mesin pompa. Itupun disedot pada saat hujan mulai reda.
Mengenai keputusan pembatasan jumlah penumpang dan barang akibat landasan berlubang ini, Kepala Bandara UMK, Susetyo Hadi menjelaskan, ini semata – mata hanya untuk langkah preventif dan demi keselamatan para pengguna jasa.
“Kebijakan ini kami ambil sampai bandara ini diperbaiki. Ini sudah diketahui oleh Dirjen. Beberapa hari lalu ada tim dari pusat yang datang melihat langsung kondisi landasan dan memang kondisinya rentan genangan dan ada beberapa titik yang mengalami kerusakan dan penurunan,” jelasnya.
(Amril Amarullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.