Pengiriman TKI ke Malaysia Ditunda

Kamis, 08 Maret 2012 18:59 wib | Neneng Zubaidah - Koran SI

Ilustrasi Ilustrasi JAKARTA - Pengiriman kembali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia yang awalnya akan dilakukan Maret ini, ditunda lantaran belum adanya kesepakatan mengenai jenis pekerjaan dan kesiapan daerah.

Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Binapenta) Kemenakertrans Reyna Usman Ahmadi mengatakan, penundaan ini terjadi karena pemerintah Malaysia baru dua hari lalu menyepakati job desk atau rincian panduan pekerjaan bagi setiap jabatan TKI yang akan dikirim yang harus ditulis dalam kontrak kerja.

Jenis pekerjaan yang disepakati itu ialah juru masak (cook), penjaga rumah (caretaker), pengasuh anak (babysitter) dan pengasuh orang tua (caredriver). Dengan adanya job desk tersebut, ujarnya, maka calon TKI dan majikan harus terlebih dulu memilih satu dari empat jenis jabatan tersebut.
 
Setelah itu dituangkan kembali didalam surat kontrak. “Jadi mereka akan dikirim sesuai jabatannya. Ini baru disepakati beberapa hari yang lalu sehingga kami harus menunda dulu pengirimannya. Hal ini kami lakukan semata-mata untuk melindungi pekerja kalau mengalami kecelakaan,” katanya saat dihubungi, Kamis (8/3/2012).
 
Reyna menjelaskan, dengan adanya deskripsi jabatan maka pekerja Indonesia dapat menolak jika diminta pekerjaan lain selain yang tertulis di surat kontrak. Imbas dari job desk itu juga berlanjut ke pelatihan bagi TKI yang akan diberangkatkan.
 
Pasalnya, 137 Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang sudah dipilih Kemenakertrans harus kembali melatih calon TKI selama 200 jam sesuai dengan pekerjaan yang diminta.
 
Di samping itu, pihaknya juga masih menghitung kemampuan dari kesiapan daerah dalam pengiriman calon TKI dalam hal mengelola keuangan, pengenalan budaya dan asuransi. Kata dia, pemerintah daerah juga masih adaptasi karena sebelumnya TKI yang akan diberangkatkan awalnya disiapkan pemerintah pusat.
 
“Seperti penerbangan kini mereka bisa terbang dari bandara didaerahnya. DKI Jakarta dan Jawa Timur yang saya lihat sudah siap,” beber Reyna. Reyna mengungkapkan, pemerintah Malaysia memang merasa keberatan dengan job desk tersebut. Pasalnya, pekerja domestik akan memiliki hak dan tanggung jawab menyamai pekerja formal mulai dari upah minimal yang disepakati 700 Ringgit Malaysia dari sebelumnya 350 Ringgit Malaysia serta pembatasan jam kerja.
(Neneng Zubaidah/Koran SI/ded)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »