Guru Minim Meneliti

|

Image: corbis.com

Guru Minim Meneliti

SEMARANG – Pustakawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosa Widyawan menyebutkan, penelitian-penelitian yang dilakukan oleh kalangan guru selama ini masih minim.

Para guru kekurangan waktu untuk melakukan penelitian karena banyak tersita untuk mengajar. "Selama ini, penelitian yang ada hanya sebatas penelitian tindakan kelas (PTK), namun persoalan riil yang terjadi di kalangan siswa masih jarang," ujarnya, kemarin.

Menurutnya, banyak hal di tingkat sekolah, seperti tawuran siswa, kenakalan remaja dan lainnya memerlukan langkah yang harus diambil melalui penelitian. "Riset-riset yang dilakukan guru masih sebatas penelitian tindakan, sedangkan yang bersifat aplikatif belum banyak dilakukan. Secara kuantitas ada sekira 4.000 hasil riset guru yang ada di LIPI. Tapi belum secara kontinyu dan kualitas. Akhirnya ya mati suri," katanya.

Setiap penelitian, kata dia, semestinya juga dapat masuk ke dalam jurnal. Sehingga, dapat dikomunikasikan hasil kajiannya oleh berbagai pihak dan ditindaklanjuti. "Hasil penelitian dari gejala sosial yang terjadi pada siswa sebenarnya sangat penting untuk diatasi melalui penelitian. Dan setiap masalah, perlu dilakukan oleh guru-guru tertentu atau khusus yang melakukan penelitian," bebernya.

Kalangan siswa pada generasi saat ini, lanjut dia, merupakan generasi digital native yang akrab dengan teknologi digital. (susilo himawan/koran si)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akhirnya Korban Jembatan TIM Berhasil Dievakuasi