SUMBA TENGAH - Lazimnya setiap siswa pergi ke sekolah dengan seragam dan sepatu, namun tidak di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ribuan siswa sekolah dasar (SD) di Sumba Tengah berangkat ke sekolah tanpa alas kaki.
Kendati demikian, kondisi ini tak menghilangkan semangat anak-anak untuk menuntut ilmu.
Hal tersebut disampaikan Asisten II Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Lata T, saat menghadiri pembagian sumbangan sepatu bagi anak SD di Kecamatan Umbu Ratu Nggay.
Pembagian dan penyaluran sumbangan sepatu yang diberikan perusahaan pertambangan PT Fathi Resources ini mendapat sambutan antusias dari para guru, terutama para siswa.
“Selaku wakil pemerintah, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian ini. Banyak sekali murid SD di Sumba Tengah yang ke sekolah tanpa sepatu. Selain karena masalah ekonomi juga karena akses masyarakat untuk membeli sepatu ke kota masih minim. Bisa 50 sampai 60 persen anak usia PAUD hingga SD yang ke sekolah tanpa sepatu. Jangankan sepatu, sandal saja juga tidak,” urai Umbu.
Umbu juga membantah pemberian bantuan tersebut sebagai sogokan perusahaan terkait kehadiran PT Fathi Resources yang melakukan eksplorasi emas di Kabupaten Sumba Tengah.
Berdasarkan rekomendasi bupati setempat dan izin Gubernur NTT aktivitas PT Fathi Resources legal.
“Bantuan ini murni dibutuhkan anak-anak kita,” pungkasnya.
Sesuai data dari situs resmi Pemerintah Provinsi NTT, jumlah siswa SD mencapai 10.726 orang pada 2007. Jika diasumsikan 50 persen saja siswa SD tidak beralas kaki saat ke sekolah, maka setidaknya 5.363 siswa yang bertelanjang kaki saat menimba ilmu.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.