Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siswa Aceh Kenang Setahun Tsunami Jepang

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 11 Maret 2012 |02:04 WIB
Siswa Aceh Kenang Setahun Tsunami Jepang
Ilustrasi
A
A
A

BANDA ACEH - Ratusan siswa sekolah di Aceh mengenang satu tahun bencana gempa dan tsunami Jepang. Mereka mengheningkan cipta untuk para korban serta melepaskan 500 balon di SMP Negeri 1 Peukan Bada, Aceh Besar.

Kegiatan para siswa dari SMPN 5 Banda Aceh, SMPN 11 Banda Aceh, SMA 2 Unggul Ali Hasymy dan SMPN Peukan Bada ini bagian dari rasa solidaritas kemanusiaan terhadap Jepang.

"Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Aceh untuk Jepang agar terus bangkit membangun masyarakat yang lebih siaga," kata Panitia pelaksana, Faisal Ilyas disela acara, Sabtu (10/3/2012).

Acara bertajuk 'Solidaritas Pelajar Aceh untuk Jepang (Mari Make Our Schools More Realize for Disasater)' ini diawali dengan hening cipta bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu tentang kasih sayang berjudul 'Omoiyari No Uta'.

Acara ditutup dengan pelepasan 500 balon berorigami ke udara sebagai bagian dari mengajak Jepang bangkit kembali.

Siswa juga ikut membubuhi pesan moral dan ajakan bangkit di spanduk serta ratusan bunga kertas warna warni (Shinsai Mirai no Hana) yang ditanam di halaman sekolah. Pesan ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang.

Menurut seorang siswa, Annisa, kegiatan ini juga bagian dari bentuk terima kasih dari Aceh kepada Jepang yang sudah banyak membantu Aceh bangkit kembali pascatsunami 26 Desember 2004. “Aceh sangat banyak dibantu oleh Jepang dan juga negara-negara lain,” ujar dia.

Safia, siswa lainnya mengajak anak-anak di Jepang, untuk terus bangkit menata masa depan. "Kami ingin teman-teman di Jepang tidak terus terpuruk dalam kesedihan," kata siswa SMPN Peukan Bada ini.

Gempa dan tsunami melanda Jepang pada 11 Maret 2011. Selain meluluhlantakkan negeri Sakura, sedikitnya 2 ribu orang diperkirakan tewas dalam bencana ini.

Kegiatan mengenang setahun tsunami Jepang diprakarsai oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, People's Association on Conscience (PAC), Lost Children Operation (LCO) Aceh serta Asian Community Trust (ACT). (tri)

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement