JEMBER - Banyaknya anggota DPR yang terlibat kasus korupsi, ternyata bukan hanya disebabkan oleh mahalnya ongkos politik untuk duduk di Senayan. Peluang korupsi tersebut bisa muncul atas dasar pelaksanaan para legislator dalam melaksanakan fungsinya.
"Ketika melaksanakan fungsi budget itu kan berkaitan dengan anggaran, ya nyalo-nyalo lah. Ketika fungsi membuat UU, ada niat memasukkan pasal yang menguntungkan pemodal. Bisa saja ngasih duit," ujar Agus Condro kepada wartawan di Universitas Negeri Jember, Rabu (14/03/2012).
Pada kesempatan tersebut, mantan anggota DPR dari fraksi PDIP ini juga membenarkan jika dalam praktek korupsi tersebut, ada keterlibatan dari partai. "Ya ada lah. Parpol kan butuh duit juga. Bisa saja membiarkan atau menugaskan kadernya untuk cari dana," tambahnya.
Selain itu, tidak sedikit partai politik yang berusa melindungi kadernya ketika terlibat di kasus korupsi. Menurut Agus, hal ini dikarenakan untuk menjaga agar kader tersebut tidak menyeret nama-nama lain dalam partai. "Itu menurut saya partai membentengi supaya yang terjerat korupsi enggak ngomong banyak. Kalau ngomong banyak teman-teman yang lain akan terseret juga," tegasnya.
Lebih lanjut Agus mengimbau agar partai politik harus tegas dalam menyikapi kader-kader partainya yang terlibat dalam korupsi.
"Kalau ada kader partai korupsi, yang bertanggungjawab itu ya parpol yang bersangkutan. Karena yang mengusung mereka parpol. Tapi partai ngomong kalau itu urusan pribadi. Partai harus bertanggungjawab, bentuknya ya kasih warning, begitu jadi tersangka langsung diberi sanksi," pungkasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.