Gubernur Nonaktif Bengkulu Agusrin Segera Dieksekusi

|

Ilustrasi

Gubernur Nonaktif Bengkulu Agusrin Segera Dieksekusi

JAKARTA - Gubernur nonaktif Bengkulu yang tersangkut kasus korupsi, Agusrin Nadjamudin segera dieksekusi Kejaksaan. Meski salinan putusan belum diterima, Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap memproses eksekusi putusan tersebut.

Pihak Kejagung menegaskan akan segera mengeksekusi putusan tersebut. "Saat ini masih sedang dalam proses eksekusi," ujar Jampidsus Kejagung, Andhi Nirwanto, di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012).

Dia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak Kejari Jakarta Pusat dan Kejati Bengkulu untuk memproses eksekusi Agusrin. Setelah salinan putusan diterima, maka eksekusi baru dilakukan.

"Salinan belum, petikan ya sudah diterima oleh Kejari Jakarta Pusat. Ya justru itu ini dalam proses," pungkasnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) telah menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan sejak 10 Januari 2012 terhadap Agusrin.

Agusrin dianggap telah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi akibat perbuatannya dalam korupsi PBB/BPHTB Provinsi Bengkulu. Kerugian negara mencapai lebih dari Rp20 miliar.

Agusrin telah melanggar Pasal 2 ayat 1 junto pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (pasal primer) serta pasal 3 junto pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (pasal sekunder). (tri)

(abe)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Situs Resmi Suzuki di Indonesia Alami Penyegaran