Hasil Uji Kompetensi Guru Rendah

Jum'at, 16 Maret 2012 23:00 wib | Neneng Zubaidah - Koran SI

Hasil Uji Kompetensi Guru Rendah Mendikbud (Rifa Nadia Nurfuadah/okezone) JAKARTA - Hasil uji kompetesi guru yang berlangsung pada Februari lalu menunjukkan hasil yang rendah karena hanya 156 kabupaten/kota saja yang mendapat nilai di atas rata-rata. 
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, nilai rata-rata nasional uji kompetensi kemarin ialah 42,25.
 
Sedangkan yang mendapat nilai di atas rata-rata ialah 154 kabupaten/kota. Dan 337 kabupaten kota sisanya berada di bawah nilai rata-rata nasional. “Saya gembira uji kompetensi berlangsung jujur. Ini terbukti dengan banyak nilai yang jelek,” katanya di gedung Kemendikbud, Jumat (16/3/2012).
 
Mendikbud menyatakan, Provinsi Maluku masuk dalam provinsi terendah yang mendapatkan nilai uji kompetensi dan Kabupaten Buru Selatan yang menyumbang nilai terendah dari seluruh kabupaten dengan nilai 30,64.
 
Sedangkan Blitar menduduki rangking teratas dengan nilai rata-rata 56,41. M Nuh mengatakan  ironis bahwa tidak ada kabupaten/kota di kota besar yang masuk jajaran nilai rata-rata tertinggi. Padahal, mereka sudah mendapatkan insentif yang jauh lebih besar daripada daerah lain.
 
Pemetaan uji kompetensi yang sudah berlangsung, ujarnya, akan dikawinkan dengan peta Ujian Nasional (UN) untuk memperbaiki dunia pendidikan Indonesia. Mendikbud melanjutkan, guru yang sudah mendaftar uji kompetensi sebanyak 285.884 guru tetapi ada 4.868 guru yang tidak ikut dengan berbagai alasan sehingga tahun ini 281.016 guru yang ikut uji kompetensi atau 98,30 %.
 
“Kami akan umumkan berapa guru yang lulus uji kompetensi pada Senin (19/3) mendatang,” terang Nuh.
 
Mantan Rektor ITS ini menjelaskan, bagi guru yang tidak lulus maka akan masuk pembinaan intensif pada Mei-Juni nanti. Dipilihnya kedua bulan itu karena sudah memasuki musim liburan sehingga pada tahun ajaran baru para guru yang tidak lulus ini akan mendapatkan semangat baru.
 
Namun, bagi guru yang sudah lulus langsung masuk ke Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) selama 10 hari. Mereka akan diuji kembali pada uji kompetensi akhir untuk menentukan status mereka sebagai profesi.
 
Mendikbud mengungkapkan, tiga guru TK yang mendapat nilai teratas ialah Desi Dwijayanti guru TK Islam Nurul Iman Bogor (90), Ida Ismawati guru TK Al Azhar Syifa Budi DKI Jakarta (87) dan Nur Hasanah TK Permata DKI Jakarta (87). Di jenjang SD ada Nurfatah guru SDN Talang Kelapa, Sumsel (80), Dina Hanif Mufidah dari SD Muhammadiyah GKB Gresik (77,5) dan Sutrisno guru SDN Jatisari Jateng (77).
 
Sedangkan di tingkat SMP ada Melany Wiwanti Parulian Mukuan guru SMP Advent Amurang Sulut (87,5), Mulya guru SMPN 2 Cimahi Jabar (82,5) dan Chusnul Arfiane guru SMPN 1 Ngoro Jabar (82,5) dan di jenjang SMA tercatat Gatot Riado guru SMAN 1 Karas Jatim (90), Nur Hidayat guru SMAN 11 Siak Riau (90) dan Irmawati Satia Kusumah guru SMA Terpadu Krida Nusantara Jabar (88,6).
 
Terakhir peringkat terbaik untuk guru SMK ialah Zuhri Muslim guru SMKN 2 Slawi Jateng (97), Evy Endah Purwandani guru SMK Yayasan Pendidikan Farmasi Jabar (90) dan Rita Hartati guru SMKN 13 Jabar (89).
 
Mendikbud menyatakan, guru di SLB yang mendapat nilai tertinggi diborong oleh kabupaten Garut. Di antaranya Isma Mulyani guru SLB BC YGP Blimbangan (95), Sepdi Juandi guru SLB Al Ghifari (94) dan Ade Mulyana guru SLB BC YGP Blimbangan (94). 
(Neneng Zubaidah/Koran SI/abe)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »