PONTIANAK- Pertemuan damai yang dilangsungkan di Mapolda Kalimantan Barat hari ini, membuahkan kesepatan untuk menjaga keamanan dan ketentraman di wilayah masing-masing.
Ini diucapkan sejumlah tokoh di antaranya Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Unggung Cahyono, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Edwin Hudawi Lubis, Sekda Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie, dan sejumlah tokoh Dayak.
Sayangnya dalam kesepakatan tersebut tidak dihadiri oleh perwakilan dari Front Pembela Islam (FPI). Meski demikian, pertemuan tersebut dipastikan tidak ada lagi dendam di Pontianak.
Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Ibrahim Banson meluruskan insiden masyarakat adat dayak dengan FPI bukan dengan etnis dan bukan dengan agama. Sehingga semua pihak harus bisa meredam emosi dan tidak terpancing isu yang memprovokasi.
Sementara itu, Sekda Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie mengatakan sekarang ini marak mengenai naiknya BBM memungkinkan menjadi salah satu satu pemicu suasana yang awalnya kondusif menjadi merugikan masyarakat banyak.
Oleh karena itu, tokoh-tokoh masyarakat juga diharapkan dapat menenangkan masyarakat. M Zeet juga meminta media dapat membantu dalam pemberitaan sebijak mungkin.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.