Korut Luncurkan Satelit, AS Bisa Batalkan Bantuan

|

Roket yang pernah membawa satelit Korut tahun 2005 (Foto: AP)

Korut Luncurkan Satelit, AS Bisa Batalkan Bantuan

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengumumkan rencana untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa dengan menggunakan roket jarak jauh. Langkah ini dianggap Amerika Serikat (AS) sebagai sebuah tindakan provokotif.

Rencananya, peluncuran satelit itu akan dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun ke-100 dari pendiri Korut Kim Il-Sung, pada 15 April mendatang. Pihak Korut menilai peluncuran satelit itu adalah bentuk program luar angkasa mereka yang damai dan di luar dari perjanjian pelucutan senjata apapun.

Sebelumnya Korut dan AS telah menyepakati perjanjian pelucutan senjata yang ditukar dengan bantuan makanan dari Negeri Paman Sam. Namun AS, Korea Selatan (Korsel) mengatakan, bahwa tekonologi roket ke luar angkasa itu, mendahului kegunaannya.

Selain itu, AS dan Korsel mengecam program satelit Korut sebagai bentuk samaran dari Negeri Komunis tersebut sebagai sebuah cara untuk melakukan uji coba misil mereka, yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

"Niat Korut yang akan meluncurkan roket ini merupakan pelanggaran langsung terhadap kewajiban internasional dan amat provokatif. Melalui resolusi DK PBB 1718 dan 1874, jelas sekali melarang Korut untuk melakukan peluncurkan teknologi rudal balistik," pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton dalam website Kementerian Luar Negeri AS, Jumat (16/3/2012).

"Peluncuran roket itu menunjukan ancaman terhadap keamanan regional dan bertentangan dengan sikap Korut baru-baru ini, yang menunda peluncuran roket jarak jauh. Kami mendesak agar Korut memenuhi kewajibannya, termasuk yang berkaitan dengan resolusi DK PBB," lanjut pernyataan Clinton.

Korut bulan lalu, sepakat untuk menunda program pengayaan uraniumnya, termasuk melakukan moratorium uji coba rudal jarak jauh serta tes nuklir yang mereka miliki. Sebagai gantinya, Korut akan mendapatkan bantuan makanan dari AS.

Dengan adanya rencana peluncuran satelit ini, bisa jadi perjanjian yang disepakati antara AS dan Korut ini akan batal. Menurut ahli senjata nuklir Korut Daniel Pinkston, AS kemungkinan besar akan membatalkan pengiriman bantuan makanan tersebut.

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mayat Pria Ditemukan di Bak Mandi dengan Kaki Terikat