Bin Laden Sempat Rencanakan Pembunuhan Obama

|

Osama Bin Laden (Foto: Reuters)

Bin Laden Sempat Rencanakan Pembunuhan Obama

WASHINGTON - Sebuah analisi rahasia milik Al Qaeda menunjukan bahwa mantan pemimpin Osama bin Laden merencanakan upaya pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Rencana itu dilakukan untuk membuat kacau AS.

Menurut dokumen analisis yang didapatkan oleh Washington Post, Osama Bin Laden mengupayakan pembunuhan terhadap Obama agar AS guncang. Menurut perkiraan Bin Laden, AS akan diliputi kekacauan bila Wakil Presiden Joe Biden menggantikan posisi Obama.

Analisis dari Bin Laden ini rencananya akan diumumkan ke muka publik oleh Pemerintahan Obama dalam beberapa bulan ke depan. Dokumen ini menunjukan upaya Bin Laden yang tengah mencari jalan untuk melakukan pembunuhan terhadap pejabat tinggi AS.

Dalam pesan yang diutarakan kepada komandan perangnya, Bin Laden mendesak jaringan Al Qaeda untuk mencari jalan untuk membunuh Obama dengan cara menyerang pesawat Kepresidenan AS, Air Force One. Rencana itu menurut pihak intelijen AS amat jauh dari jangkauan Al Qaeda.

Selain Obama, Jenderal David Petraeus yang saat itu masih menjadi komandan pasukan AS di Afghanistan, juga menjadi target pembunuhan. Kini Petraeus menjabat sebagai Kepala Dinas Intelijen AS, CIA.

"Alasan untuk konsentrasikan serangan terhadap mereka (Obama dan Petraeus), karena Obama adalah kepala negara dan membunuhnya secara otomatis Biden naek ke kursi presiden," tulis analisis tersebut seperti dikutip The Washington Post, Sabtu (17/3/2012).

"Biden belum siap untuk mengemban tugas itu, yang mendorong AS menuju kekacauan," lanjut analisis Bin Laden itu.

Lewat analisis ini, Bin Laden juga menggambarkan Petraeus sebagai sosok yang penting. Melakukan pembunuhan terhadapnya kemungkinan besar dalam mencegah perang di Afghanistan.

Referensi yang disebut analisis Bin Laden dalam ambisi membunuh Obama, sebelumnya sudah dilaporkan sesaat setelah pasukan AS berhasil membunuhnya dalam sebuah operasi militer di Abbottabad, Pakistan 2 Mei tahun lalu.

Namun, bahasa asli dari analisis tersebut tidak diungkapkan dalam laporan yang didapatkan Washington Post melalui jurnalisnya David Ignatius itu. 

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kejagung Sita Aset Udar Pristono