Australia Perpanjang Masa Kerja Pascakuliah

|

Ilustrasi : Corbis

Australia Perpanjang Masa Kerja Pascakuliah

SHANGHAI - Pemerintah Australia akan memperpanjang pengaturan masa kerja pascastudi, mulai tahun depan. Menurut konsulat jenderal Australia di Shanghai, hal ini dilakukan guna mendukung mahasiswa internasional yang kuliah di negeri Kanguru.  

Australia merupakan negara tujuan utama mahasiswa asal China sebab Negeri Tirai Bambu ini merupakan negara dengan penyumbang mahasiswa internasional terbesar. Namun, pada 2011, jumlah mahasiswa China di Australia menurun hingga lima persen atau mencapai 90 ribu orang, jika dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Penurunan ini disebabkan apresiasi dolar Australia dan kebijakan imigrasi yang semakin diperketat,” ujar Konsul dan Komisaris Pendidikan Komisi Perdagangan Australia untuk Asia Utara, Eliza Chui. Demikian seperti dikutip dari East Day, Senin (19/3/2012).

 

Kebijakan pascastudi terbaru menyebutkan, mahasiswa internasional yang lulus dari program sarjana atau master dan telah menempuh studi sedikitnya selama dua tahun di Australia, akan diizinkan tinggal di negara tersebut dan bekerja selama dua tahun setelah kuliah mereka selesai.

 

Sementara lulusan master dalam bidang penelitian akan memiliki waktu tiga tahun untuk bekerja pascakelulusan. Dan pemilik gelar doktor akan memiliki hak untuk bekerja selama empat tahun. Selama ini, pemilik visa untuk tenaga kerja terlatih memungkinkan lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di Australia selama 18 bulan.

 

Selain kebijakan tersebut, Australia juga telah menyederhanakan dan mempercepat proses visa untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional dengan kualitas sangat baik.

 

Mulai tahun ini, lebih dari 10 universitas di Australia juga telah memutuskan untuk menerima mahasiswa asal China berdasarkan skor Ujian Nasional Masuk Perguruan Tinggi. Hal ini akan memudahkan pelajar asal China untuk mendaftar ke perguruan tinggi di Australia.(mrg)

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Abraham Curhat Kekurangan Pasukan Pemberantas Korupsi