JAKARTA – Pemerintah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi. Namun faktanya masih banyak sekolah belum mampu memberikan pendidikan yang bermutu.
Demikian salah satu bahasan yang mengemuka dalam seminar bertajuk “Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Inovasi Teknoligi Pendidikan” yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga pendidikan Maarif NU di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (21/3/2012).
Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, Masduki Baidlowi mengatakan, Ma'arif NU meminta pemerintah secara serius mengatasi ketimpangan mutu pendidikan, baik antara pendidikan negeri dan swasta maupun antara daerah maju dengan daerah yang belum maju.
"Perlu langkah strategis dalam mengatasi ketimpangan mutu yang terjadi antara lembaga pendidikan swasta dan negeri, serta ketimpangan antara lembaga pendidikan di daerah terpencil dan daerah perkotaan," katanya.
Menurutnya, Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
Selain itu, UU tersebut juga mewajibkan pemerintah dan pemerintah daerah memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
"Kenyataannya banyak sekolah yang masih belum mampu menyelenggarakan pendidikan yang bermutu bagi peserta didiknya," ujar mantan Ketua Komisi X DPR yang membawahi bidang pendidikan tersebut.
Masduki mengatakan, penyebab timbulnya ketimpangan mutu pendidikan antara lain dikotomi kebijakan pemerintah terhadap pendidikan negeri dan swasta serta keterbatasan sekolah di daerah, terutama daerah terpencil dan perbatasan, dalam memperoleh guru yang berkompeten, sarana dan prasarana yang lengkap, serta kelengkapan sumber pembelajaran bagi peserta didik.
"Sehingga pendidikan yang bermutu sebagaimana diamanatkan UU Sisdiknas belum bisa dinikmati oleh seluruh warga negara," katanya.
Menurutnya, upaya peningkatan mutu pendidikan salah satunya bisa dilakukan dengan membenahi pelaksanaan proses pembelajaran, yakni dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pendidikan berupa alat peraga.
"Minimnya pemahaman dan penerapan pendidik dalam memaknai teknologi pendidikan serta terkendalanya akses pemanfaatan sumber pembelajaran telah mendorong terbudayakannya pola pembelajaran konvensional yang monoton, kurang menarik, membosankan, dan tidak inovatif," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pengurus Pusat LP Ma'arif NU mendorong berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, bahkan pengusaha, untuk melakukan kajian secara mendalam dan terus-menerus dalam mengembangkan dan menghasilkan karya di bidang teknologi pendidikan.
LP Ma'arif NU juga mendorong pemerintah pusat dan daerah menjaring serta memberikan jaminan dan perlindungan hukum terhadap berbagai bentuk inovasi dan kreatifitas dari berbagai elemen masyarakat, terutama terkait dengan media atau alat peraga pembelajaran.
Dalam kesempatan ini Masduki juga mengaskan Ma'Arif NU menolak Ujian Nasional (UN). Sebab, selama ini, hasil akhir UN masih jauh dari harapan, dan pelaksanaan UN terbukti menghabiskan anggaran pendidikan. Setiap tahun, sekira Rp 600 miliar untuk satu kali pelaksanaan UN. "UN itu tidak diperlukan, dan itu ada alasannya," kata Maduki.
Lebih lanjut, ia mengatakan, berdasarkan survei UNESCO pada 2011, hanya 6 persen output pendidikan nasional yang mampu bersaing secara global. Selanjutnya, tak lebih dari 24 persen peserta didik yang tercatat memiliki output sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
"70 persen peserta didik memiliki output di bawah Standar Pelayanan Minimal (SPM). Jadi, UN terbukti tak dapat menyentuh target," ujarnya.
Dikatakannya, UN juga mendorong sekolah hanya menitik fokuskan pendalaman materi pada mata pelajaran yang di ujikan dalam UN. Sehingga sekolah tak ubahnya lembaga kursus. "Jadi UN itu Menghabiskan dana tapi tidak meningkatkan mutu," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.