Ibu Negara Suriah Dilarang Pergi ke Eropa

|

Foto : Asma al Assad (theage)

Ibu Negara Suriah Dilarang Pergi ke Eropa

BRUSSELS - Uni Eropa memberlakukan sanksi larangan bepergian pada Ibu Negara Suriah Asma al Assad. Selain itu, Uni Eropa juga membekukan aset perempuan keturunan Inggris tersebut.

Asma tergabung dalam 12 orang warga Suriah yang dijatuhkan sanksi oleh Uni Eropa. Selain Asma, mayoritas dari 12 orang tersebut adalah keluarga dari Presiden Bashar al Assad. Uni Eropa bahkan memasukkan 150 perusahaan Suriah ke dalam daftar hitam.

Meski demikian, Asma yang merupakan warga negara Inggris mengatakan bahwa larangan bepergian yang diberlakukan oleh itu takkan berlaku bila Asma hendak pergi ke Inggris. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (23/3/2012).

Beberapa pekan yang lalu, media tampak menyebut Asma dengan sebutan "Mawar di Gurun Pasir." Nama itu merupakan kritikan dari media Inggris terhadap Asma yang diduga asyik berbelanja ketika negaranya sedang dilanda kerusuhan.

Ibu dari tiga orang anak itu terlihat mengenakan pakaian mewah yang dirancang oleh seorang desainer ternama dan sepatu bermerk Christian Loubouti. Asma juga sering disamakan dengan Ratu Yordania Rania dan Ibu Negara Prancis Carla Bruni.

Sebuah media sempat memprediksikan, nasib Asma nampaknya akan berakhir seperti halnya Ratu Marie Antoinette di Prancis yang tewas dihukum mati di usianya yang ke 37. Ketika berita mengenai bocornya surat elektronik (email) Presiden Assad muncul, Asma kian dikecam karena menurut laporan dari email itu, Asma terlihat berfoya-foya.

Pihak oposisi Suriah sendiri mengklaim mereka memiliki sekira 3.000 dokumen lainnnya yang berisikan berbagai percakapan yang dilakukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan istrinya Asma al-Assad. Ribuan dokumen percakapan tersebut dikumpulkan sejak Juni 2011 hingga awal Februari 2012.

(AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Anggota TNI Tewas Ditusuk Debt Collector