PALOPO - Pengumpulan koin melalui Gerakan “Koin Peduli Pendidikan Gratis” di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berakhir hari ini. Meski nominalnya belum dihitung, namun berat koin yang terkumpul selama dua pekan itu mencapai lebih dari 50 kilogram. Rencananya 30 kilogram di antaranya akan diberikan ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.
Koin dikumpulkan sebagai bentuk kepedulian berbagai elemen masyarakat Palopo atas nasib ribuan guru SD dan SMP/MTs se-Kota Palopo yang tidak menerima tunjangan kesejahteraan dan insentif akibat dana pendidikan gratis tidak dibayarkan selama sembilan bulan sejak 2011 lalu.
“Setelah aksi pengumpulan koin berakhir, kami akan menimbang koin itu untuk diberikan kepada beberapa lembaga penting di Palopo, termasuk KPK,” kata koordinator aksi pengumpulan koin, Yertin Ratu, Sabtu (24/3/2012).
Menurut dia, sesuai kesepakatan pihaknya bersama Forum Komunikasi Guru (FKG) yang menaungi guru SD dan SMP/MTs di Palopo, sebanyak 30 kilogram koin akan diserahkan kepada Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta.
“Maksud pemberian koin sebanyak 30 kilogram kepada Ketua KPK agar kasus dugaan korupsi dana pendidikan gratis bisa diusut KPK, jika Kejaksaan Negeri (Kejari) gagal mengungkap perkara ini,” jelas Yertin.
Ada dugaan tindak pidana korupsi kasus dana pendidikan gratis ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo pada awal Maret lalu. Namun, hinggga saat ini, penyidik Kejari belum meningkatkan penyelidikan kasus ini ke penyidikan sehingga belum ada tersangka.
“Makanya kami akan berangkat ke Jakarta. Ini kami lakukan agar Ketua KPK yang memiliki hubungan emosional dengan masyarakat Palopo, karena beliau adalah pria kelahiran Sulsel, untuk mengusut sejumlah pejabat Palopo yang diduga terlibat dalam kasus dana pendidikan gratis,” sambungnya.
Dari tiga posko pengumpulan koin, pihaknya telah mengumpulkan ribuan koin pecahan Rp100, Rp500, dan Rp1.000 dengan berat total 50 kilogram.
Namun, koin yang dikumpulkan di beberapa tempat lainnya, belum diserahkan ke tiga posko utama sehingga diprediksi koin yang terkumpul melebihi 50 kg.
“Awalnya kami menargetkan hanya 6,2 kilogram sesuai jumlah dana pendidikan gratis tahun 2011 di Palopo yang tidak disalurkan ke sekolah yaitu Rp6,2 miliar. Namun, animo masyarakat mengumpulkan koinnya sangat besar sehingga koin yang dikumpulkan di atas 50 kg,” katanya.
Sebagian koin juga akan diberikan kepada Kepala Kejari Palopo, Oktavianus dan penyidik Kejari.
“Kami juga akan menyerahkan seberat 6,2 kg koin kepada Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng, sebagai simbol protes masyarakat atas ulah oknum pejabat pemkot,” katanya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.