Mahasiswa-Polisi Bentrok di Bandung, 2 Orang Masuk UGD

|

Unjuk rasa di Gedung Sate, mahasiswa-polisi bentrok (Foto: okezone/Iman H)

Mahasiswa-Polisi Bentrok di Bandung, 2 Orang Masuk UGD

BANDUNG - Buntut aksi unjuk rasa menolak penaikan harga BBM di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, lima mahasiswa dan warga menderita luka setelah terlibat baku pakul dengan polisi. Dua di antaranya dirawat di UGD Rumah Sakit Borromeus.

Dua mahasiswa yang dirawat di UGD RS Borromeus adalah Ketua GMNI Bandung Helmut Hector dan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Taryana.

Helmut menerima tujuh jahitan di keningnya. Dia menuturkan saat bentrok terjadi, dia berusaha menolong temannya yang jatuh.

“Saya mau tolong teman saya, tapi saya malah ditarik dan ditendang,” tutur Helmut sambil menujukkan lukanya di keningnya, Senin (26/3/2012). Dia masih terbaring di UGD RS Borromeus hingga sore ini.

Rencananya, dia dan GMNI akan melakukan visum untuk menempuh langkah hukum selanjutnya. Meski demikian pihak rumah sakit menyatakan keduanya bisa pulang malam nanti.

“Ke depan, kami tetap akan tuntut ini sesuai hukum karena aparat represif. Kita kan ingin BBM tidak naik tapi malah dipukuli aparat yang notabene pelayan masyarakat,” ungkap mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Pasundan ini.

Wakabid Advokasi Keorganisasian GMNI Bandung, Ilham Wiratmaja, menyebutkan total anggota GMNI yang luka ada empat orang yakni Wendi, Saron, Feres, dan Helmut. Sedangkan seorang lagi HNSI.

"Kami sudah ditelepon GMNI pusat, kami akan membuat laporan ke Komnas HAM untuk melaporkan adanya tindak kekerasan negara terhadap rakyat," tegasnya.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wajib Belajar 12 Tahun Akan Ada Payung Hukum