Bunga Bahas Pendidikan di Parlemen Muda Indonesia

|

Gresika Bunga Sylvana (Foto:. dok. UGM)

Bunga Bahas Pendidikan di Parlemen Muda Indonesia
JAKARTA - Layaknya anggota DPR, Gresika Bunga Sylvana harus mengumpulkan pendukung untuk maju dalam Sidang Parlemen Muda Indonesia 2012. Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) ini pun berhasil mengumpulkan lebih dari seribu suara.

"Suara itu terkumpul pada kampanye Oktober-November 2011 lalu," kata Bunga, demikian dia biasa disapa, seperti dikutip dari laman UGM, Selasa (27/3/2012).

Ketika berkampanye, gadis berjilbab ini mengusung masalah komersialisasi pendidikan. Sebagai delegasi yang mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bunga akan membawa masalah komersialisasi pendidikan tersebut dan memberikan rekomendasinya pada sidang Parlemen Muda Indonesia 2012.

"Para delegasi tiap provinsi akan membahas masalah di daerah masing-masing. Kami juga akan menyampaikan solusi dan merekomendasikannya kepada pemerintah dan badan-badan negara yang relevan dalam mengambil keputusan," imbuhnya.
 
Sidang Parlemen Muda Indonesia 2012 yang digelar 28 Januari - 3 Februari lalu di Sampoerna Strategic Square ini diikuti 32 delegasi pemuda dari tiap provinsi. Di sidang ini, mereka tidak hanya membahas masalah pendidikan, tetapi juga kesehatan, dan lingkungan.

Tidak hanya bersidang, para delegasi juga mengikuti berbagai kegiatan workshop, seminar, kunjungan kelembagaan, dan diskusi akademis.

Mahasiswi jurusan Akuntansi angkatan 2009 ini berharap, melalui Parlemen Muda Indonesia, partisipasi pemuda dalam dunia politik Tanah Air dapat ditingkatkan. Hal ini penting untuk menjaga nilai-nilai demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia.

Ajang ini, menurut gadis asli Sleman itu, membantu pemuda Indonesia mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan bangsa dengan kemampuan dan kecakapan yang dibutuhkan. "Selain itu juga meningkatkan kesadaran pemuda mengenai permasalahan nasional, mengakumulasikan gagasan pemuda mengenai permasalahan nyata serta menyediakan solusinya," imbuh dara 20 tahun itu.

Usai bersidang, para delegasi Parlemen Muda Indonesia harus membuat rencana proyek sosial dan advokasi di daerah masing-masing. Rencana ini pun harus dijalankan dengan hibah dari Indonesian Future Leaders untuk mendukung keberhasilan program.

Parlemen Muda Indonesia diselenggarakan oleh Indonesian Future Leaders, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan pemuda untuk perubahan sosial. Para delegasi Parlemen Muda Indonesia dipilih melalui serangkaian tahapan seleksi seperti seleksi berkas, wawancara melalui website parlemen muda, dan kampanye. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ibunda Pelaku Tangisi Korban Penembakan Kanada