M Nuh: BBM Naik, Jangan Sampai Putus Sekolah

|

Kemendikbud M Nuh. (Foto : Rifa Nadia N/okezone)

M Nuh: BBM Naik, Jangan Sampai Putus Sekolah

JAKARTA - Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menuai kegusaran di tengah masyarakat. Terlebih, para orangtua yang masih menyekolahkan anaknya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh memang menjamin, tidak akan ada kenaikan biaya pendidikan. Namun, imbas kenaikan harga BBM pada harga berbagai kebutuhan pokok dan transportasi bukan tidak mungkin mempengaruhi proses pendidikan siswa Tanah Air.  

Menanggapi hal itu, Mendikbud M Nuh menekankan, rencana kenaikan harga BBM tidak boleh menjadikan seorang pelajar putus sekolah.

"Ada atau tidak ada kenaikan harga BBM, pendidikan harus jalan bagi semuanya. Dan mereka yang mungkin terkena dampak jika rencana ini diberlakukan harus dilindungi agar tetap bisa sekolah," kata Nuh di Ruang DSS, Kemendikbud, Jakarta Selatan, Selasa (27/3/2012).

Nuh memaparkan, sebagai jaring pengaman, pihaknya pun telah menyiapkan sedikitnya tiga program untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM. Pertama, mengamankan biaya personal. Yang termasuk dalam biaya personal, kata Nuh, adalah di luar biaya SPP yang dibayarkan ke sekolah. Misalnya, biaya transportasi, baju seragam, alat tulis, dsb.

“Kami menyiapkan  subsisdi siswa miskin (SSM) untuk 14 juta anak dari sebelumnya delapan juta siswa," ujar Nuh.

SSM, atau yang lebih umum disebut beasiswa akan diberikan untuk siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas. Siswa SD akan mendapatkan sekira Rp500 ribu per siswa per anak per tahun, siswa SMP Rp750 ribu per anak per tahun, dan siswa SMA Rp1 juta per tahun.

“Itu perintah presiden agar anak murid dilindungi jangan sampai putus sekolah," tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan meneruskan rintisan pendidikan menengah universal. Program ini akan mewajibkan anak Indonesia menempuh pendidikan hingga 12 tahun. Salah satu konsekuensinya, kata Nuh, pemerintah harus membangun kelas dan sekolah baru untuk jenjang SMA dan SMK.

“Dengan begitu, ketika tahun ajaran 2013 dimulai, sekolah dan kelas sudah ada," kata Nuh.

Langkah ketiga, pemerintah akan memberikan bantuan tunai kepada daerah-daerah perbatasan Indonesia. Dananya akan diambil dari APBNP.

"Pendidikan adalah investasi yang tidak boleh berhenti. Karena itu, sekali lagi, kenaikan harga BBM jangan sampai membuat anak drop out," Nuh menandaskan.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kisruh di DPR, Fahri Hamzah: Semua Akan Baik-Baik Saja